Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Di Tengah Perubahan Iklim, Pemkab Gunungkidul Berkomitmen Perkuat Kemandirian Pangan Lokal

Yusuf Bastiar • Kamis, 25 September 2025 | 04:45 WIB

 

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih sedang mengunjungi stand hasil tani Bangsal Sewokoprojo pada Rabu (24/9).
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih sedang mengunjungi stand hasil tani Bangsal Sewokoprojo pada Rabu (24/9).

GUNUNGKIDUL - Peringatan Hari Tani Nasional 2025 di Kabupaten Gunungkidul tidak hanya menjadi ajang seremonial. Namun menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk meneguhkan komitmen dalam memperkuat kemandirian pangan berbasis potensi lokal.

Dihadiri para punggawa penyuluh pertanian serta ratusan petani dari berbagai wilayah di Gunungkidul, pemkab menegaskan arah kebijakan yang berpihak pada petani sekaligus mendorong penguatan pangan lokal sebagai penopang ketahanan pangan daerah.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menekankan, petani adalah pahlawan pangan yang keberadaannya harus terus diapresiasi. “Ini bukan hanya bentuk keberpihakan, tetapi juga dorongan agar masyarakat semakin bangga dengan pangan lokalnya,” tegas Endah saat ditemui di Bangsal Sewokoprojo Wonosari Rabu (24/9).

 Baca Juga: Enam Formasi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemkab Bantul Dilelang, Pendaftaran Dibuka lewat BKN

Endah menunjukan komitmen Pemkab Gunungkidul telah diwujudkan melalui penerbitan Surat Edaran Bupati Gunungkidul Nomor 38 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Potensi Lokal yang mendorong perangkat daerah dan BUMD agar memprioritaskan penggunaan fasilitas serta produk lokal dalam setiap kegiatan pemerintahan.

Selain itu, kata Endah, Surat Edaran Nomor 40 Tahun 2025 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan juga dikeluarkan. Endah mengingatkan bawah kebijakan tersebut menekankan pentingnya konsumsi pangan lokal sehari-hari sebagai bagian dari strategi memperkuat kemandirian pangan masyarakat.

“Dengan kebijakan ini, kami ingin memastikan hasil bumi Gunungkidul mendapat ruang utama dalam rantai konsumsi dan distribusi,” ujar Endah.

Kendati demikian, Endah menilai ketahanan pangan lokal Gunungkidul sedang dihadapkan dengan tantangan perubahan iklim. Endah melihat problem ini bukan lagi isu masa depan, tetapi realita hari ini. Karena itu, Endah mendorong petani Bumi Handayani kembali pada strategi bertani warisan nenek moyang yang dipadukan dengan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi modern.

 Baca Juga: 15 Warga Kulon Progo Mendapatkan Bantuan Usaha Bengkel Senilai Rp 20 Juta Dari Baznas

“Gunungkidul memiliki potensi besar di sektor pertanian. Dengan konsistensi, sinergi, dan inovasi, kita bisa menjadikan kemandirian pangan bukan sekadar cita-cita, tetapi kenyataan,” ujarnya. 

 

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Rismiyadi menambahkan, adaptasi dengan perubahan iklim menjadi kunci untuk mewujudkan pertanian yang tangguh. Melihat siklus cuaca yang semakin tak menentu, Rismiyadi mengaku pihaknya tengah menempuh langkah adaptasi iklim dengan mengembangkan varietas tahan iklim.

Kemudian melakukan diversifikasi tanaman sesuai potensi lokal, pemanfaatan air secara bijak, hingga mengajak petani milenial untuk lebih aktif menggunakan teknologi pertanian. “Langkah ini harapannya bisa mewujudkan pertanian Gunungkidul yang adaptif, mandiri, dan berdaya saing,” ujarnya. (bas)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#2025 #Pertanian #hari tani nasional #potensi lokal #Pemkab Gunungkidul #Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih #pemerintah daerah #Petani #iklim #kabupaten gunungkidul