Sebagai tuan rumah, Kabupaten Gunungkidul berada di peringkat empat. Dengan mengoleksi 52 medali emas; 71 medali perak; dan 113 medali perunggu.
Kabupaten Sleman kembali sukses mengamankan predikat sebagai juara umum kali ini. Dengan mengantongi 170 medali emas; 178 medali perak; dan 203 medali perunggu.
Disusul kontingen Kabupaten Bantul sebagai juara kedua. Diurutan ketiga kontingen Kota Jogja. Terakhir, Kabupaten Kulon Progo berada di posisi terakhir.
Predikat juara umum secara simbolis ditandai dengan penyerahan piala bergilir oleh wagub kepada Bupati Sleman Harda Kiswaya.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional (KONI) Kabupaten Gunungkidul Irfan Ratnadi mengapresiasi capaian kontingen Kabupaten Gunungkidul. Meski, finish di peringkat keempat.
"Bersyukur. Pertama, kita bisa memenuhi target bahkan melampaui. Karena target kita 45 medali emas, kita bisa mencapai 52 medali emas," kata Irfan saat ditemui usai Upacara Penutupan Porda DIY XVII.
Capaian itu, Irfan menilai, progres beragam cabang olahraga (cabor) di Bumi Handayani menunjukkan perkembangan signifikan.
Dibanding porda edisi sebelumnya, capaian Kabupaten Gunungkidul ada peningkatan. Meski, sama-sama finish di peringkat keempat.
"Ketika itu (Porda 2022, Red) kita baru mampu meraih 33 emas. Sekarang bisa meraih 52 emas," sebutnya.
Kendati begitu, Irfan tidak menampik bahwa terdapat sejumlah evaluasi yang harus diperbaiki. Khususnya terkait cabor yang belum dapat menyumbangkan medali.
Disinggung terkait bonus yang akan diberikan untuk para atlet peraih medali, Irfan berjanji akan mengupayakan penambahan besaran bonus.
Pada edisi sebelumnya, KONI memberikan bonus sebesar Rp 12,5 juta.
"Tapi kita juga mengusulkan alternatif naik dari sebelumnya. kita berusaha menaikkan menjadi Rp 15 juta," jelasnya.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih berharap ada pemberian bonus untuk atlet berprestasi. Harapannya, hal itu bisa memantik atlet-atlet lain untuk meningkatkan kualitasnya.
"Kemarin target kita 45, ternyata realisasinya 52. Walaupun dalam hati kecil kami sebenarnya ingin di peringkat ketiga, tapi ini kami syukuri," katanya.
Sebagai upaya pengembangan atlet, Endah sudah berkoordinasi dengan KONI untuk melakukan konsolidasi. Khususnya untuk atlet dari cabor unggulan.
Sebab, Kabupaten Gunungkidul menargetkan pada porda berikutnya minimal bisa mempertahankan capaian kali ini.
"Maksimal kita tingkatkan," tegasnya.
KGPAA Paku Alam X memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan Porda XVII.
Dia berpesan kemenangan bukan sekadar hasil akhir. Melainkan simbol perjuangan.
"Sebagaimana pepatah Jawa, Sura dira jayaningrat lebur dening pangastuti, segala kekuatan akan luluh oleh ketulusan.
Demikian pula dalam olahraga, kemenangan sejati lahir dari ketulusan berjuang," ucapnya.
Acara penutupan ditandai dengan pemadaman api obor dan penurunan bendera porda.
Bendera kemudian diserahkan Endah Subekti Kuntariningsih kepada Bupati Kulon Progo Agung Setyawan. Yang menandai Porda XVIII pada 2027 akan digelar di Kabupaten Kulon Progo. (*/zam)
Editor : Herpri Kartun