Capai 10 Besar Nasional Belanja Daerah, Realisasi Keuangan Gunungkidul Belum Mencapai Target
Yusuf Bastiar• Selasa, 16 September 2025 | 15:30 WIB
Sekda Gunungkidul Sri Suhartanta dalam Rapat Koordinasi Pemkab Gunungkidul dalam pembahasan Pengendalian Pembangunan Daerah di Ruang Rapat Handayani pada Senin (15/9).
GUNUNGKIDUL - Kabupaten Gunungkidul mencatat capaian membanggakan dalam realisasi belanja daerah. Berdasarkan data Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri per 29 Agustus 2025, Gunungkidul masuk dalam 10 besar dari 415 kabupaten di Indonesia.
Prestasi ini disampaikan Sekretaris Daerah Gunungkidul Sri Suhartanta dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Pembangunan Daerah di Ruang Rapat Handayani, Senin (15/9). Kendati demikian, Suhartanta juga mengungkapkan bahwa realisasi keuangan baru mencapai 60,66 persen dari target 73,91 persen.
“Sedangkan realisasi fisik 69,44 persen dari target 74,11 persen. Masih perlu percepatan,” jelasnya.
Suhartanta juga mengingatkan pentingnya menindaklanjuti sembilan arahan Kementerian Dalam Negeri, di antaranya percepatan realisasi APBD, investasi, pembangunan infrastruktur, pengendalian harga bahan pokok, hingga peningkatan produktivitas sektor unggulan daerah.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menekankan perlunya koordinasi lintas sektor untuk mencapai target angka realisasi dan menindaklanjuti arahan dari Kemendagri.
“Setiap kendala harus segera dikoordinasikan melalui Bagian di Sekretariat Daerah sesuai mitra kerja,” ujarnya.
Endah juga meminta seluruh OPD mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak maupun retribusi. Ada 17 OPD yang menjadi fokus, kata Endah, termasuk dinas kesehatan, RSUD, dinas pariwisata, dinas perdagangan, hingga dinas pertanian.
Menurutnya, rakor kali ini menjadi ajang evaluasi sekaligus penguatan strategi Pemkab Gunungkidul untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan pencapaian pembangunan hingga akhir tahun 2025.
“Kita harus memaksimalkan potensi pajak, retribusi, dan aset daerah agar bisa menghasilkan passive income,” tegasnya. (bas)