GUNUNGKIDUL - Momentum Gebyar Keistimewaan 13 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY menjadi ajang bagi pelaku UMKM dan kelompok tani di Gunungkidul untuk menampilkan inovasi sekaligus memperluas pemasaran produk mereka. Berbagai hasil bumi hingga olahan khas daerah dipamerkan dalam kegiatan yang difasilitasi melalui dana keistimewaan (danais). Seperti Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar menjadi salah satu yang merasakan manfaat program ketahanan pangan dari danais. Sebanyak Rp750 juta digelontorkan untuk mendukung sektor pertanian.
“Kami sendang bisa pameran di sini, soalnya dari Kapanewon Patuk ada tiga perwakilan UMKM, dan kami salah satunya,” ujar Pengelola Lumbung Mataram Kedungpoh Kholid Nurudin saat ditemui di stand Jumat (29/8).
Baca Juga: Jelang Laga Malut United vs PSIM Jogja, Kedua Tim Siap Tempur, Sama-Sama Belum Kalah
Dalam pameran, Kedungpoh menampilkan aneka hasil bumi seperti cabai hijau, cabai merah, timun, melon premium jenis Sekidrow Dalmation yang dikembangkan di greenhouse, serta madu dan olahan pertanian berupa keripik krisan, keripik kangkung, bayam, hingga singkong. “Kami berharap produk-produk ini laku terjual dan makin dikenal luas,” tambahnya.
Dari sektor UMKM, Kalurahan Bunder, Kapanewon Patuk, juga membawa produk unggulan berbasis cokelat. Ketua UMKM Kalurahan Bunder, Sudarmi, mengatakan pihaknya ingin menjadikan momen ini sebagai sarana promosi.
“Kami terkenal sebagai rumah cokelat, jadi berbagai olahan cokelat mulai dari minuman hingga camilan ringan kami pamerkan," ungkapnya.
Selain itu ada juga makanan lokal seperti balung ketek atau manggleng, aneka keripik, tape ketan, tape singkong, jajanan pasar, hingga minuman herbal khas Gunungkidul. "Harapannya produk kami makin dikenal dan terus berkembang,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua Bidang UMKM Dinas Perindustrian, Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja (DPKUKMTK) Gunungkidul Emy Katarina menegaskan, pameran ini menjadi bagian dari strategi memperkuat peran UMKM di daerah. Gelaran ini bukan hanya menampilkan produk, tetapi kata Emy, juga memperlihatkan bagaimana dana keistimewaan benar-benar memberi dampak langsung bagi masyarakat. Dari sektor pertanian hingga UMKM, inovasi dan kreativitas warga Gunungkidul semakin mendapat ruang untuk berkembang.
Baca Juga: UMKM Bantul Tembus 95 Ribu, Didominasi Bergerak di Bidang Kuliner, Disusul Kerajinan Tangan
“Acara Gebyar Keistimewaan ini memang difokuskan untuk memfasilitasi UMKM yang sudah dibina melalui danais," kata Emy.
Tujuannya, lanjut Emy, memperluas jangkauan pasar, memperkenalkan produk ke khalayak yang lebih luas. Sekaligus memberikan ruang pemasaran yang lebih terbuka bagi pelaku usaha lokal. (bas)
Editor : Sevtia Eka Novarita