GUNUNGKIDUL - Gelombang tinggi masih melanda kawasan pesisir selatan Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul.
Sudah tiga hari terakhir, tinggi gelombang di laut selatan dilaporkan mencapai empat meter berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga hari ini, Jumat 29 Agustus 2025.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron Marjono menyampaikan, gelombang tinggi sangat berbahaya bagi aktivitas di laut.
Sehingga, pihaknya melakukan penjagaan ketat di area pantai wilayah Baron.
“Agar masyarakat tetap waspada dan tidak memaksakan diri beraktivitas di laut,” ujar Marjono saat dihubungi pada Jumat, (29/8/2025).
Menurutnya kondisi gelombang di tengah laut saat ini sangat tidak baik dan berbahaya.
Hingga saat ini, kata Marjono, para nelayan Pantai Baron menghentikan aktivitas melautnya sampai situasi benar-benar aman.
Salah satu nelayan Pantai Baron Widodo mengaku, sudah tiga hari terakhir tidak melaut karena cuaca buruk disertai hujan dan angin kencang.
Ia juga menuturkan bahwa dirinya heran dengan fenomena ini lantaran terjadi saat musim kemarau.
“Kalau dipaksakan bisa berbahaya. Jadi nelayan memilih berhenti dulu,” kata Widodo.
Meski begitu, sebagian nelayan tetap mencari penghasilan alternatif.
Ada yang tetap terjaga di bibir pantai untuk melayani jasa penyeberangan wisatawan, kata Widodo, ada pula yang memperbaiki kapal, pergi ke ladang menanam jagung, atau mencari rumput untuk pakan ternak.
“Tidak terlalu ramai, tapi tetap disyukuri. Yang penting keselamatan,” tambah Widodo.
Pihak Satlinmas Rescue terus mengingatkan agar wisatawan tidak bermain terlalu jauh ke laut serta selalu mematuhi arahan petugas.
Gelombang tinggi di laut selatan merupakan fenomena alam yang rutin terjadi, sehingga kewaspadaan mutlak diperlukan.
“Kami sudah siagakan personel,” tutupnya singkat.
Editor : Bahana.