GUNUNGKIDUL- Semangat tak surut meski diguyur hujan. Itulah yang terlihat dalam Apel Besar Peringatan Hari Pramuka ke-64 Tingkat Cabang Gunungkidul yang digelar di Lapangan Sumur Ombo, Jepitu, Girisubo, Kamis (28/8/). Seribu lima ratus anggota Pramuka dari berbagai tingkatan tetap berdiri tegak mengikuti jalannya upacara hingga selesai.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih yang hadir sebagai pembina apel memilih meninggalkan podium yang telah disiapkan dan bergabung langsung bersama peserta upacara. Tanpa payung maupun atap pelindung, ia berdiri di tengah lapangan, merasakan derasnya hujan yang mengguyur jalannya apel.
“Saya sangat mengapresiasi adik-adik pramuka yang sejak pagi berdiri kehujanan tanpa beranjak hingga upacara selesai. Setelah upacara pun kita lihat mereka tetap gembira, tak ada raut sedih. Semangat mereka luar biasa,” ungkap Bupati Endah.
Dalam kesempatan itu, Endah membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Meski basah kuyup, ia tetap menyampaikan pesan penting tentang pengabdian, kemandirian, dan semangat kebersamaan yang menjadi roh gerakan Pramuka.
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Gunungkidul Nunuk Setyowati menyampaikan, apel besar tahun ini diikuti sekitar 1.500 peserta. Mereka terdiri dari anggota Pramuka golongan Siaga, Penggalang, Penegak, hingga Pramuka dewasa.
“Ya, bupati berdiri bersama ribuan peserta dalam keadaan hujan. Padahal sudah disediakan podium yang teduh,” kata Nunuk.
Meski diguyur hujan sejak awal, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung khidmat. Suasana haru dan bangga terasa ketika bupati dan seluruh peserta memilih tetap bertahan di lapangan.
“Saya bangga pada adik-adik, anak-anakku semua. Semoga semangat ini terus berkobar untuk mengabdi kepada bangsa dan negara,” kata Endah. (bas/pra)
Editor : Heru Pratomo