Beras merah asli Gunungkidul itu memiliki indeks glikemik rendah dan kandungan serat tinggi. Sehingga, aman dikonsumsi untuk membantu pengelolaan gula darah.
Peneliti Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) BRIN Heni Purwaningsih mengungkapkan, hasil pengujian menunjukkan bahwa pemberian nasi merah dari varietas ini mampu menurunkan kadar glukosa pada hewan uji.
”Dari pengamatan kami, efek penurunan glukosa terlihat signifikan pada dosis efektif 75 persen nasi merah. Hal ini menunjukkan potensi besar beras merah lokal sebagai pangan fungsional,” jelas Heni melalui sambungan telepon, Rabu (27/8/2025).
Riset yang dilakukan BRIN tidak hanya menyoroti manfaat kesehatan. Tapi juga mengembangkan inovasi produk berbasis beras warna. Termasuk beras merah dan hitam.
Selama ini, Heni menyebut, beras warna cenderung hanya dikonsumsi dalam bentuk nasi. Sehingga, tim riset berupaya melakukan diversifikasi menjadi beragam produk. Seperti mi instan, biskuit, dan cracker.
Heni berpendapat meningkatnya kasus diabetes di Indonesia karena sejumlah faktor. Di antaranya pola makan yang tidak seimbang serta kurangnya aktivitas fisik.
Melihat hal itu, kata Heni, pangan fungsional seperti beras merah Segreng Handayani dapat menjadi alternatif penting untuk mencegah dan mengelola penyakit tersebut.
“Tujuannya agar masyarakat tidak jenuh dan memiliki pilihan makanan sehat dengan harga terjangkau,” tambahnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Rismiyadi menuturkan, varietas Segreng Handayani sudah lama dibudidayakan petani. Area tanamnya, antara lain, berada di wilayah selatan. Seperti Kapanewon Rongkop, Girisubo, Semanu, Tanjungsari, Tepus, dan Saptosari.
Menurutnya, jenis padi lokal ini cocok dengan tipikal tanah berbatu karst dan sistem pertanian tadah hujan. Karena itu, untuk menjamin ketahanan dan kesehatan pangan pihaknya terus melakukan pengembangan benih.
“Agar varietas ini tidak punah dan tetap tersedia untuk perbenihan,” ujarnya.
Baca Juga: Website Pemkab Kulon Progo Sempat Sulit Diakses, Ternyata Pernah Kena Serangan Siber 276 Ribu Kali
Ia menambahkan, keberadaan beras merah lokal ini juga mendukung upaya kedaulatan pangan sekaligus memberi peluang pasar bagi petani.
Apalagi, riset BRIN menunjukkan Segreng Handayani baik untuk penderita diabetes.
Ia berharap riset ini tidak hanya memberikan alternatif pangan sehat. Tapi juga memotivasi petani lokal untuk meningkatkan produksi beras warna yang saat ini masih terbatas.
Meski begitu, tantangan masih ada, terutama terkait harga produk turunan yang relatif tinggi dan minimnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat beras warna.
”Selain bernilai ekonomis, varietas ini punya keunggulan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan,” tegasnya. (bas/zam)
Editor : Herpri Kartun