Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Ada SPBU di Sepanjang JJLS Gunungkidul, Masyarakat dan Wisatawan Masih Andalkan Penjual Bensin Eceran

Yusuf Bastiar • Selasa, 19 Agustus 2025 | 03:05 WIB
Marsim, penjual bensin eceran di dekat JJLS Paliyan sedang menuangkan bensin ke tangki sepeda motor pembeli Senin (18/8).
Marsim, penjual bensin eceran di dekat JJLS Paliyan sedang menuangkan bensin ke tangki sepeda motor pembeli Senin (18/8).

 
 
 
GUNUNGKIDUL - Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang membentang di selatan Gunungkidul kini menjadi andalan warga maupun wisatawan untuk menuju pantai. Namun tidak adanya stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) masih menjadi masalah mendasar yang dirasakan masyarakat. Mengharuskan warga bergantung pada penjual bensin eceran maupun pom mini. 
 
Hal ini dirasakan betul oleh pelajar asal Padukuhan Trowono, Karangasem Sabrang Angin. Sebab, setiap pagi, sebelum berangkat sekolah di Wonosari, dia harus memastikan tangki motornya terisi dengan membeli bensin dari toko warga di dekat rumahnya. Padahal, kata Sabrang, di Karangasem sebenarnya sudah berdiri bangunan SPBU sejak dua tahun lalu. Namun entah apa sebabnya, hingga kini bangunan itu tidak kunjung beroperasi.
 
 
“Kalau mau sekolah harus beli bensin dulu. Bahkan kalau sekadar main ke teman ya tetap harus beli bensin. Karena di sini nggak ada SPBU, adanya cuma pom mini atau toko eceran. Itu pun harganya lebih mahal,” kata Sabrang saat ditemui di Pasar Trowono Senin (18/8).
 
Bangunan SPBU di Karangasem yang sudah berdiri sejak dua tahun lalu, hingga kini masih mangkrak. Tidak ada aktivitas pengisian, padahal lokasi itu strategis karena berada dekat dengan jalur selatan yang ramai. Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar bagi Sabrang. Mengapa SPBU yang sudah selesai dibangun tak kunjung dioperasikan, padahal kata Sabrang, kebutuhan bahan bakar terus meningkat, baik untuk warga lokal maupun wisatawan.
 
 
 
“Bangunannya sudah jadi, sudah siap. Tapi sampai sekarang tidak beroperasi. Kami jelas butuh SPBU, supaya harga lebih murah dan lebih mudah,” tambahnya.
 
 
Pelajar ini berharap agar pemerintah segera mencari solusi. Sebab, keberadaan SPBU di jalur selatan bukan hanya soal harga bahan bakar yang lebih terjangkau. Tetapi juga menyangkut kenyamanan perjalanan dan keselamatan pengendara.
 
Sabrang mengaku dirinya sangat membutuhkan keberadaan SPBU agar uang saku sekolah tidak terpotong 2.000 untuk membeli bensin eceran. Selama SPBU Karangasem belum beroperasi, kata Sabrang, toko-toko bensin eceran tetap menjadi penyelamat di jalur selatan Gunungkidul.
 
 
“Ya butuh SPBU, bisa hemat dua ribu per liternya,” ujar Sabrang. 
 
 
Kondisi itu membuat penjual bensin eceran menjadi tumpuan warga. Penjual bensin eceran asal Karangasem Kapanewon Paliyan Marsim, 66, sudah empat tahun berjualan bensin di kiosnya. Setiap hari ia menata botol-botol berisi satu liter pertalite di rak kayu depan rumah. Dalam sehari, Marsim bisa menjual sekitar 70 liter alias 70 botol eceran pertalite, dengan jam buka dari pukul 05.30 hingga 17.30. Meski berjualan bensin tanpa izin resmi, dia mengaku tak pernah ditegur aparat. Menurutnya SPBU terdekat dari Kapanewon Paliyan terletak di Kalurahan Gading, Playen.
 
 
“Banyak yang datang ke sini dalam keadaan darurat, motornya sampai didorong karena kehabisan bensin di jalan. Pembeli paling banyak anak sekolah sama warga sekitar. Rata-rata di sini memang butuh karena hampir semua rumah punya motor,” ujarnya.
 
 
Tak hanya itu, ketiadaan SPBU juga menyulitkan wisatawan yang melintasi JJLS. Wisatawan asal Bantul Muhammad Sauki, mengaku selalu mengisi penuh tangki motor sebelum berangkat berwisata menuju pantai selatan Gunungkidul. Baginya, bensin eceran memang bukan pilihan ideal. Namun di jalur tanpa SPBU, keberadaannya sangat membantu. Di sisi lain, wisatawan asal Bantul ini menyebut bahwa jalur wisata di Gunungkidul didominasi oleh jalur hutan. Sehingga, sangat berbahaya ketika kehabisan bensin di tengah jalan.
 
 
“Kalau tidak isi penuh dari rumah, bisa repot di jalan. Jalur selatan ini panjang, kanan kiri hutan, dan sepi SPBU,” katanya saat ditemui di Alfamart Pasar Trowono usai berkunjung ke Pantai Ngrenehan. (bas)
 
 
 
Editor : Sevtia Eka Novarita
#Selatan #pom mini #JJLS #Gunungkidul #SPBU #eceran #Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) #jalur jalan lintas selatan #penjual bensin