GUNUNGKIDUL - Upacara peringatan HUT ke 80 Republik Indonesia di Pantai Baron, Tanjungsari, berlangsung unik dan khidmat Minggu (17/8). Untuk ke-13 kali, bendera Merah Putih berkibar di tengah perairan dengan dukungan ratusan peserta serta wisatawan yang memadati bibir pantai.
Sejak pukul 08.30, puluhan peserta menyeberang dari bibir Pantai Baron menuju hamparan pasir di tengah laut. Tepat pukul 10.00, upacara HUT kemerdekaan dimulai. Tiga pengibar bendera dari Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron berenang sejauh 100 meter sambil membawa bendera Merah Putih.
Dari kejauhan, puluhan peserta lain ikut berenang membentuk barisan, diiringi lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang juga dinyanyikan serentak oleh masyarakat di bibir pantai.
"Kami mengibarkan bendera Merah Putih di tengah laut pantai selatan hari ini (kemarin, Red),” tegas Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Baron Marjono saat ditemui sesuai upacara.
Menurutnya, upacara tahun ini melibatkan 200 personel. Formasi peserta terdiri astas tiga pengibar bendera di barisan depan dengan satu pembawa bendera di belakangnya. Kemudian, 17 tim SAR turut mengawal petugas tersebut.
Di belakang petugas, ada 45 peserta barisan utama yang turut berenang ke tengah lautan. Di sisi lain, puluhan peserta upacara berbaris rapi di pasir pantai yang juga berada di tengah laut. Selain itu, tujuh kapal dengan 50 personel dikerahkan untuk menjaga keamanan prosesi dan peserta yang berenang menggunakan pelampung.
"Kami sudah 13 tahun ini rutin melaksanakan upacara di tengah laut. Meski angin laut cukup kencang dan gelombang mencapai empat kaki dalam dua hari terakhir, pelaksanaan tetap berjalan lancar,” kata Marjono.
Hingga pukul 10.30 pengibaran bendera Merah Putih dilakukan. Suasana haru bercampur riuh tepuk tangan menyelimuti Pantai Baron. Wisatawan lokal maupun luar kota yang hadir diperkirakan mencapai ratusan orang, sebagian besar ikut berdiri tegak saat bendera berkibar di tengah samudra.
Kasat Pol PP DIJ Noviar Rahmad menegaskan, upacara ini tidak hanya menjadi agenda rutin, melainkan simbol penting keistimewaan DIJ. "Ini tahun ke-13 penyelenggaraan bertepatan dengan 13 tahun Undang-Undang Keistimewaan. Upacara ini menggambarkan identitas DIJ sebagai wilayah maritim," ungkapnya.
Noviar juga menyampaikan visi Gubernur DIJ Hamengku Buwono X yang ingin menjadikan pantai selatan sebagai halaman depan DIJ. Tradisi pengibaran bendera di tengah laut Pantai Baron yang sudah berlangsung sejak 2012 kini menjadi daya tarik wisata sekaligus bentuk penghormatan atas jasa para pahlawan.
Tahun ini, kata Noviar, upacara tidak hanya menghadirkan peserta dari Satlinmas Rescue. Tetapi juga komunitas pecinta laut, relawan SAR dan sejumlah wisatawan yang ikut terjun langsung ke laut. (bas/laz)