GUNUNGKIDUL - Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-Alun Wonosari mendesak pemerintah Kabupaten Gunungkidul memberikan kepastian terkait rencana relokasi. Tidak adanya tanggal pasti relokasi, membuat PKL semakin resah.
Koordinator Lapangan Paguyuban PKL Among Prakoso mengaku, belum ada informasi resmi dari Satpol PP maupun pemerintah daerah. Padahal, rumor rencana relokasi sudah lama beredar.
“Kami merasa digantung. Kalau memang ada rencana relokasi, kapan dan bagaimana, kan kami juga bisa mempersiapkan,” kata Among saat ditemui di lapaknya Jumat (15/8).
Menurutnya, pedagang berharap bisa duduk bersama dengan pemangku kebijakan untuk mencari solusi yang adil. Sebab, jika keberadaan PKL dianggap mengganggu, semestinya pemerintah kabupaten bisa mencari jalan tengah. “Jangan sepihak. Kami ini rakyat kecil yang mencari rupiah demi rupiah dari tiap tusuk atau gelas dagangan kami,” lontarnya sembari melayani pembeli.
Among menambahkan, keberadaan PKL justru ikut meramaikan alun-alun. Keberadaan PKL juga ikut memudahkan pengunjung yang selesai berolahraga dan ingin membeli minum dan camilan.
“Harapan kami ditata, bukan dipindahkan. Kalau direlokasi, saya khawatir malah sepi,” jelasnya.
Senada, Tumiati, pedagang bakso tusuk yang sudah bertahun-tahun berjualan di Alun-Alun Wonosari menegaskan penolakannya terhadap relokasi. Dia bahkan meminta pemerintah bisa mempertimbangkan keberadaan PKL.
“Di sini sumber mata pencaharian kami. Kalau hari ini saya bisa jualan, artinya besok saya bisa hidup. Dipindahkan itu tidak semudah dibayangkan,” katanya. (bas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita