Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Karena Kemarau Makanan Langka, Monyet Ekor Panjang Akan Menyebrang Jalan dan Bahayakan Pengguna Jalan

Yusuf Bastiar • Rabu, 13 Agustus 2025 | 04:12 WIB
Monyet ekor panjang yang kerap merusak lahan pertanian dan mencuri hasil panen warga.
Monyet ekor panjang yang kerap merusak lahan pertanian dan mencuri hasil panen warga.

 

 

GUNUNGKIDUL – Memasuki musim kemarau, kelangkaan sumber makanan di hutan membuat monyet ekor panjang (MEP) di Gunungkidul mulai merambah area permukiman dan jalan raya. Kondisi ini dikhawatirkan memicu potensi kecelakaan lalu lintas, terutama di jalur-jalur yang melintasi kawasan hutan.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul Bayu Aji mengungkapkan bahwa fenomena ini kerap terjadi di wilayah seperti Jalan Baron dan Jalan Sodong Paliyan, yang merupakan jalur provinsi dan rawan lintasan satwa liar.

“Ketika musim kemarau, monyet biasanya melakukan ekspansi ke pemukiman dan jalan raya. Aktivitas seperti menyeberang atau turun ke jalan bisa mengakibatkan kecelakaan,” ujar Bayu pada Selasa (12/8).

Sebagai langkah antisipasi, dishub telah berkoordinasi dengan Polres Gunungkidul dan mengusulkan pemasangan rambu peringatan ke Dishub DIJ. Selain itu, pihaknya juga akan kembali memasang spanduk atau banner portable berisi himbauan kepada pengendara untuk mengurangi kecepatan.

Upaya ini telah dilakukan sejak 2022, pascainsiden di Kalurahan Kemiri, Tanjungsari, ketika seorang pengendara motor menabrak monyet yang menyeberang jalan. “Sejak 2022 hingga sekarang, belum ada laporan kecelakaan akibat monyet. Papan peringatan terbukti cukup efektif,” tambahnya.

Sementara itu, Relawan Jalan Raya Slumprit (RJRS) Patuk Andi Setiawan mencatat dua kejadian kecelakaan pada Februari dan Mei 2025 di Jalan Raya Patuk Jogja-Wonosari akibat pengendara kaget saat monyet menyeberang. Biasanya pengendara motor berusaha menghindar, tapi malah terjatuh.

“Meski begitu, selama puncak kemarau tahun ini, kami belum mendapati monyet menyeberang,” jelas Andi saat dihubungi.

Kabid Penegakan Hukum (Gakkum) Polres Gunungkidul, AKP Nur Ikhwan, menyatakan bahwa data resmi pihaknya tidak mencatat adanya kecelakaan akibat monyet sejak 2020. Namun, langkah pencegahan tetap dilakukan. Ia mengimbau para pengendara, khususnya di jalur hutan Gunungkidul, agar lebih waspada dan menjaga kecepatan selama musim kemarau guna menghindari insiden yang melibatkan satwa liar.

“Kami terus memberikan himbauan ke sekolah dan kelurahan, serta akan memasang rambu-rambu untuk mengantisipasi kecelakaan yang diakibatkan satwa liar,” tegasnya. (cr1/pra)

Editor : Heru Pratomo
#kecelakaan lalu lintas #dishub #Paliyan #Gunungkidul #Tanjungsari #monyet ekor panjang #satwa liar #MEP #musim kemarau #baron #menyebrang jalan