Dari semula Rp32 miliar, target tersebut ditingkatkan menjadi Rp33,5 miliar seiring proyeksi peningkatan kunjungan wisatawan.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Gunungkidul Supriyanta mengatakan keputusan tersebut diambil setelah evaluasi kinerja pariwisata pada semester pertama tahun ini.
Dari Januari hingga Juli 2025, tercatat 3,1 juta kunjungan wisatawan dengan target kunjungan yang kini direvisi dari semula 2,9 juta menjadi 3,1 juta orang.
“Perubahan target ini sudah disahkan hari ini antara Bupati dengan Komisi B DPRD Gunungkidul. Pertimbangannya, melihat tren positif kunjungan di awal tahun dan membandingkan capaian 2024, kami optimistis target baru ini realistis,” ujar Supriyanta saat ditemui pada Selasa, (12/8/2025).
Menurutnya, pada 2024, Dispar Gunungkidul mencatat 3.060.010 kunjungan wisata dengan PAD Rp33,1 miliar, melampaui target 3,1 juta kunjungan dan PAD Rp29 miliar.
Kinerja positif ini menjadi salah satu alasan menaikkan target tahun ini.
Selain itu, momentum libur panjang Natal dan Tahun Baru, serta prediksi cuaca cerah dari BMKG mulai Agustus, dinilai akan memberi dorongan tambahan.
Pihaknya juga menyiapkan serangkaian promosi dan event, termasuk Gunungkidul Tourism Fest di Kapanewon Ngawen pada September, serta kegiatan di desa-desa wisata.
“Hampir semua destinasi wisata Gunungkidul berbasis alam, terutama pantai. Cuaca yang baik jelas menjadi keuntungan besar,” tambah Supriyanta.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Oneng Windu Wardana menambahkan bahwa semester pertama 2025 telah mencatat 1.618.244 kunjungan dengan PAD Rp16,84 miliar, atau sudah mencapai setengah dari target awal.
“Pantai masih menjadi primadona wisatawan. Dengan tren ini, kami optimistis target PAD yang baru bisa tercapai,” ujarnya. (cr1)
Editor : Bahana.