GUNUNGKIDUL – Sebanyak dua wisatawan di kawasan pantai selatan Gunungkidul harus dibawa ke rumah sakit (RS). Penyebabnya karena disengat ubur-ubur. Padahal sudah dua pekan tidak terlihat, ubur-ubur jenis impes di kawasan pantai selatan Gunungkidul.
“Dua wisatawan terpaksa dibawa ke rumah sakit karena mengalami sesak napas hingga pingsan. Selebihnya mendapat pertolongan pertama di lokasi,” kata Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Baron, Marjono, saat dikonfirmasi pada Minggu, (10/8).
Tim SAR mencatat, kemunculan biota laut ini pertama kali terjadi pada 30 Juni 2025. Sempat mereda di akhir Juli, lalu kembali ditemukan pada Minggu pagi (10/8). Kemunculan kali ini dipicu oleh angin laut kencang yang terjadi pada malam sebelumnya.
“Ubur-ubur yang berada di tengah laut terbawa arus ke bibir pantai bahkan sampai ke area pasir. Saat diketahui pagi tadi, tim langsung melakukan penyisiran dan evakuasi,” jelasanya.
Menurutnya, ubur-ubur yang mendarat kali ini berukuran lebih besar dibandingkan periode sebelumnya. Agustus, lanjut dia, memang menjadi puncak ekspansi ubur-ubur di pesisir selatan Gunungkidul, termasuk di Pantai Baron. Ubur-ubur yang terkumpul langsung dikubur di satu lokasi.
Baca Juga: Demi Bangsa dan Negara, Kadin Indonesia Lupakan Untung-Rugi selama Retret di Akmil Magelang
Meski evakuasi dilakukan sejak pagi, jumlah ubur-ubur yang mendarat cukup banyak sehingga belasan wisatawan mengalami sengatan. Berdasarkan data Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Baron hingga pukul 14.00, terdapat 16 wisatawan tersengat di Pantai Kukup, 16 orang di Pantai Sepanjang, lima orang di Pantai Drini, dan enam orang di Pantai Krakal.
Ia mengingatkan wisatawan untuk menghindari benda berwarna biru terang yang menggelembung dan memiliki tentakel. “Jangan disentuh atau dijadikan mainan. Sengatannya bisa menyebabkan nyeri seperti disengat kalajengking,” tegasnya.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Baron, Surisdiyanto, menambahkan bahwa patroli dan penyisiran pantai terus dilakukan selama ada kunjungan wisatawan.
Selain itu, petugas juga memberikan imbauan langsung kepada pengunjung agar lebih waspada saat bermain di air, terutama pada periode puncak kemunculan ubur-ubur di Agustus.
Fenomena ubur-ubur di Pantai Baron menjadi salah satu siklus tahunan yang kerap menarik perhatian wisatawan. Tim SAR mengimbau pengunjung untuk mematuhi peringatan petugas demi keselamatan selama berwisata di pesisir selatan Gunungkidul.
“Meski angin laut hari ini lebih landai, penyisiran tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemunculan ubur-ubur berikutnya,” ujarnya. (cr1/pra)
Editor : Heru Pratomo