Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih belum menemukan keberadaan korban.
Azka dilaporkan hilang pada Minggu pagi (27/7) sekitar pukul 10.30 WIB.
Berdasarkan informasi awal, korban terakhir terlihat di sekitar kawasan Pantai Siung.
Tim SAR gabungan segera melakukan pencarian setelah laporan diterima oleh Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi I.
Koordinator Wilayah Operasi I, Sunu Handoko, menjelaskan bahwa pencarian hari kedua dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan melibatkan tiga tim darat yang menyisir area berbeda.
“SRU 1 menyisir bagian bawah tebing hingga Watu Togok dalam radius 1 kilometer. Namun karena gelombang laut yang sangat tinggi dan membahayakan keselamatan personel, tim ditarik kembali ke pos,” jelas Sunu saat dikonfirmasi pada Senin siang, (28/7/2025).
SRU 2 dan SRU 3 menyisir bagian atas tebing, masing-masing ke arah timur dan barat dengan jangkauan 2 kilometer.
Selain penyisiran fisik, kedua tim juga melakukan penggalian informasi dari warga sekitar, khususnya para petani yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Sayangnya, hingga siang hari, belum ada tanda-tanda keberadaan Azka. Cuaca ekstrem menjadi salah satu kendala utama dalam proses pencarian. Hujan lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi membatasi ruang gerak tim SAR.
“Situasi alam sangat tidak bersahabat. Namun kami tetap berupaya semaksimal mungkin dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel,” tambah Sunu.
Operasi ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya AL Pos Sadeng, Koramil Tepus, Polsek Tepus, Polair Polres Gunungkidul, Dit Polair Polda DIY Pos Sadeng, Basarnas, Satpol PP Kabupaten Gunungkidul, Senkom, serta warga setempat. Pencarian akan terus dilanjutkan, dan perkembangan terbaru akan segera diinformasikan kepada publik. (cr1)
Editor : Bahana.