”Ini baru pertama kalinya di Gunungkidul dilakukan penetasan telur penyu secara alami di pantai.
Ini jadi permulaan yang penting bagi upaya pelestarian,” jelas Ketua Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) Pantai Ngandong Rujiman di kawasan Pantai Ngandong, Rabu (23/7/2025).
Menurutnya, pokwasmas yang menginisiasi penetasan di Pantai Ngandong. Telur-telur yang ditemukan di Pantai Jungwok dan Wediombo dipindah.
Kawasan Pantai Ngandong dipilih sebagai lokasi pemindahan karena dianggap lebih aman. Baik dari gangguan manusia maupun predator.
Proses penetasan, Rujiman menceritakan, dilakukan tanpa perlakuan khusus. Telur hanya ditanam di atas garis pasang tertinggi. Agar terlindungi dari ombak.
Namun, telur tetap bisa memperoleh hangatnya sinar matahari.
Lokasi penetasan pun dipilih di dekat jalur nelayan. Agar aman dari aktivitas wisatawan.
Pantai Ngandong, kata Rujiman, sebelumnya dikenal sebagai lokasi pendaratan penyu. Hanya, jumlah penyu yang datang bertelur dalam beberapa tahun terakhir turun drastis.
Itu akibat aktivitas wisata.
”Penyu terkadang sudah naik ke pantai, tapi karena ramai manusia akhirnya balik lagi ke laut tanpa bertelur,” ungkapnya.
Dengan tingginya keberhasilan penetasan, Rujiman berharap Pantai Ngandong menjadi lokasi konservasi penyu secara berkelanjutan.
Ke depan, telur-telur penyu dari lokasi lain yang tidak aman akan ditetaskan di pantai dengan panjang garis pantai sekitar 100 meter ini.
”Harapannya ini menjadi pijakwan awal Gunungkidul sebagai kawasan pesisir yang ramah penyu,” harapnya.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron Marjono menambahkan, hampir semua pantai di Gunungkidul merupakan habitat alami penyu.
Banyak telur penyu yang mungkin tertanam di dalam pasir.
”Penyu itu akan kembali ke tempat asalnya untuk bertelur. Kalau tempatnya tidak aman, siklus itu akan putus,” ingatnya. (cr1/zam)
Editor : Herpri Kartun