GUNUNGKIDUL - Asap putih tiba-tiba membumbung dari atap sebuah bangunan industri di Padukuhan Mbangunsari, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semin, Rabu siang (23/7). Kepanikan sempat menyelimuti para pekerja ketika api mulai merambat ke bagian atas pabrik sarung tangan milik PT Woneel.
Sekitar pukul 10.30 WIB, suasana pabrik yang semula berjalan seperti biasa berubah tegang. Menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, percikan api dari gerinda yang digunakan dalam proses pemotongan besi wermes menjadi pemicu awal insiden.
“Percikan api dari gerinda mengenai bahan mudah terbakar, yaitu styrofoam dan aluminium foil yang melapisi atap," terang Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Sumadi.
Baca Juga: Kembali Lakukan Penataan, Bupati Sleman Akan Buka Lelang dan Rotasi Pejabat Agustus Mendatang
Petugas keamanan dan para pekerja langsung bertindak cepat. Dengan menggunakan hidran internal yang tersedia di kompleks pabrik, mereka berhasil menjinakkan api sebelum menjalar lebih jauh. Satpam dan pekerja sigap. Langsung mengambil selang hidran dan memadamkan api.
“Tidak sampai lima belas menit api sudah padam," tambah Sumadi.
Kepala Kepolisian Sektor Semin, AKP Wasdiyanto memastikan, tidak ada korban jiwa maupun luka, dan kerusakan hanya terbatas pada bagian atap pabrik. "Kebakaran memang terjadi, tapi skalanya kecil. Hanya styrofoam dan lapisan atap yang terbakar. Kerugiannya pun tidak besar," ujarnya saat dikonfirmasi.
Baca Juga: Cegah Stunting dengan Program Genting, Upaya BKKBN dan Warga Tekan Stunting dari Rumah
Kegiatan produksi di pabrik PT Woneel tidak mengalami gangguan besar. BPBD Gunungkidul mencatat insiden ini sebagai kebakaran non-alam dengan penyebab teknis.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kehati-hatian dalam pekerjaan teknis, terutama di area industri, mutlak diperlukan. Meski kebakaran ini hanya menyebabkan kerusakan ringan, potensi bahaya yang lebih besar dapat terjadi jika tidak ditangani dengan sigap. (cr1/pra)
Editor : Heru Pratomo