GUNUNGKIDUL - Musim kemarau yang mulai terasa dampaknya di sejumlah wilayah, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani Gunungkidul menyiapkan berbagai langkah strategis guna menjaga kelancaran distribusi air bersih. Fokus utama diarahkan pada efisiensi penggunaan energi dan air, serta peningkatan mutu pelayanan kepada pelanggan.
Salah satu inovasi yang kini diterapkan adalah pemasangan alat water level control di beberapa reservoir. Alat ini berfungsi memantau ketinggian air secara otomatis dan mencegah terjadinya overflow yang bisa menyebabkan pemborosan air dan listrik.
Alat ini memungkinkan pengawasan melalui handphone. Saat tangki hampir penuh, sistem bisa langsung menghentikan pengisian.
“Ini sangat efisien dan mengurangi potensi pemborosan air yang sebelumnya sering terjadi," kata Humas PDAM Tirta Handayani, Rachmad Nugroho saat ditemui pada Senin, (21/7).
Saat ini, sistem tersebut telah diterapkan di tiga cabang. Yaitu Saptosari, Bribin, dan Tepus, dan rencananya akan diperluas ke titik-titik lain.
Di sisi lain, PDAM juga terus mengoptimalkan sumber air dari sumur bawah tanah di kawasan Pantai Baron dan Ngobaran. Serta mempercepat perbaikan jaringan bocor di wilayah kota Wonosari.
Baca Juga: Meski Senin Dianggap Hari Sepi, Akses Naik ke Candi Borobudur Tetap Dibuka, Ini Alasannya
Direktur Teknik PDAM Tirta Handayani Imam Prakosa, menegaskan, efisiensi energi menjadi bagian dari instruksi langsung Bupati Gunungkidul. Ia menilai penggunaan alat pemantau air tersebut sangat berdampak pada penghematan listrik sekaligus menjaga ketersediaan air di musim kering.
"Tanpa sistem ini, bayangkan berapa banyak air dan energi yang terbuang percuma. Sekarang semua bisa dikendalikan lebih efisien," ujarnya.
Selain efisiensi, Imam juga menekankan pentingnya keselamatan kerja bagi seluruh petugas di lapangan. Ia meminta seluruh personel untuk disiplin dalam penggunaan alat pelindung diri (APD) sesuai standar operasional.
Baca Juga: Beras Bantuan dari Bapanas di Kabupaten Magelang Difokuskan ke Wilayah Kemiskinan Ekstrem
Ia juga menginstruksikan seluruh unit kerja untuk lebih sigap menghadapi musim kemarau. Termasuk dengan melakukan identifikasi dan penanganan masalah teknis sejak dini.
Dengan langkah-langkah tersebut, PDAM Tirta Handayani berharap tetap bisa menjaga suplai air bersih bagi masyarakat Gunungkidul di tengah tantangan musim kemarau yang diprediksi berlangsung lebih panjang tahun ini.
“Jangan abaikan permasalahan kecil. Jika dibiarkan, bisa berdampak besar ke pelayanan,” tegasnya. (cr1/pra)
Editor : Heru Pratomo