GUNUNGKIDUL - Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di SMK Kesehatan Wonosari resmi dimulai Senin (14/7). Momen ini ditandai dengan apel pagi yang dihadiri oleh 111 siswa baru kelas X.
Kepala Sekolah SMK Kesehatan Wonosari Bambang Pracaya menyebut, MPLS tahun ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Tetapi momentum penting untuk membentuk karakter siswa sejak hari pertama. Ke depannya, hal inilah yang akan menjadi pondasi awal yang sangat penting dalam membentuk profil lulusan yang berkarakter.
“MPLS kami rancang untuk menumbuhkan kebiasaan positif, membangun interaksi yang sehat, dan mengenalkan lingkungan sekolah secara menyeluruh,” ujar Bambang saat ditemui di sekolah Senin (14/7).
Baca Juga: OTT Satpol PP Kerap Gagal, Pembuang Sampah Liar Sudah Curigai Personel yang Menyamar
Mengacu pada kebijakan terbaru Tahun Ajaran 2025/2026, MPLS di SMK Kesehatan Wonosari mengusung pendekatan ramah anak serta mengintegrasikan gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai 14 hingga 18 Juli 2025.
Dalam kesempatan MPLS ini, Bambang tak ingin siswa baru hanya sebatas mengenal gedung dan segala aturan sekolah. Lebih jauh, dia mengarahkan MPLS menjadi langkah pertama seorang murid mengenal dan menerapkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan empati.
“Tujuannya agar mereka tumbuh sebagai pribadi yang siap bersaing di dunia kesehatan maupun kehidupan sosial,” tambahnya.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih turut hadir memberikan motivasi dalam apel pembukaan MPLS. Dalam sambutannya, Endah menekankan pentingnya menjadikan MPLS sebagai awal membangun semangat belajar dan membentuk mental tangguh.
Dengan perpaduan semangat dari pimpinan daerah dan pendekatan edukatif dari sekolah, MPLS 2025 di SMK Kesehatan Wonosari diharapkan menjadi titik awal yang bermakna bagi siswa dalam menempuh pendidikan menengah yang bermutu.
“Jangan takut bermimpi besar. Jadikan MPLS ini bukan sekadar orientasi, tapi proses tumbuh menjadi pelajar yang membanggakan Bumi Handayani,” pesan Endah. (cr1)
Editor : Sevtia Eka Novarita