GUNUNGKIDUL - Tradisi Petik Laut di Pantai Sadeng, Girisubo, Gunungkidul kembali digelar Rabu (9/7). Sebanyak delapan kapal besar ikut serta dalam prosesi larung sesaji yang dilakukan di perairan terbuka.
Namun saat hendak berangkat dari dermaga, gelombang tinggi sempat menjadi kendala. Gelombang besar yang menerjang jalannya kapal sempat membuat penumpang terpental ke belakang. “Untung saja sebelum ombak menghantam kapal, tim SAR memberikan kode merunduk kepada semua penumpang kapal,” ungkap Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 1 Pantai Sadeng Sunu Handoko.
Baca Juga: Program Baktiku Negeriku 2025, Dorong Digitalisasi dan Pemberdayaan Desa
Setelah kapal berhasil melewati gelombang, prosesi larung sesaji tetap dilanjutkan. Delapan kapal besar dengan masing-masing mengangkut 15 orang kembali mengantar sesaji ke tengah laut.
Tradisi ini menjadi ritual tahunan masyarakat pesisir selatan Gunungkidul. Khususnya para nelayan di Pantai Sadeng. Acara ini menjadi simbol rasa syukur atas hasil laut sekaligus doa bersama untuk keselamatan dan kelimpahan rezeki di tahun-tahun mendatang. “Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari budaya lokal, tetapi juga bentuk spiritualitas masyarakat pesisir yang hidup berdampingan dengan laut,” kata Panewu Girisubo Edy Sedono.
Baca Juga: DPRD Kulon Progo Sebut Kebijakan Bupati Menghentikan SAK Prematur, Merugikan Pemkab Maupun Karyawan
Sebelumnya, rangkaian Petik Laut dimulai dengan kirab budaya yang melibatkan warga dan nelayan setempat. Kemudian dilanjutkan dengan kenduri dan doa bersama. Diakhiri dengan larung sesaji ke tengah laut menggunakan kapal tradisional. (cr1/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita