GUNUNGKIDUL - Libur panjang sekolah yang berlangsung sejak akhir Juni 2025 membawa angin segar bagi sektor pariwisata di Kabupaten Gunungkidul. Kunjungan wisatawan mengalami peningkatan signifikan hingga 30 persen dibanding hari biasa. Namun, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata hingga awal Juli ini masih belum menyentuh setengah dari target tahunan.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Gunungkidul Supriyanta mengungkapkan, periode libur sekolah mulai 28 Juni hingga 6 Juli 2025 menunjukkan lonjakan kunjungan. Hal ini, ditandai dengan adanya lonjakan dari rata-rata wisatawan di hari-hari biasa.
Menurutnya, di luar musim liburan rata-rata kunjungan per pekan mencapai 40 ribu orang wisatawan. Sedangkan, selama libur sekolah ini meningkat menjadi 60 ribu per pekannya.
“Ada kenaikan sekitar 20 hingga 30 persen,” ujar Supriyanta saat ditemui di kantornya Senin (7/7/2025).
Kemudian, rata-rata kunjungan harian juga meningkat. Pada hari biasa, Senin sampai Jumat pengunjung tercatat sekitar 3.000 orang per hari. Sementara pada akhir pekan mencapai 6.000 hingga 10.000 orang. Selama libur sekolah, jumlah kunjungan meningkat menjadi sekitar 4.000 per hari pada hari kerja, dan puncaknya terjadi lonjakan mencapai 26 ribu pengunjung pada Minggu (6/7).
Meski jumlah kunjungan meningkat, realisasi PAD dari sektor pariwisata belum menggembirakan. Dari target tahunan sebesar Rp 33 miliar, hingga 6 Juli 2025 baru terealisasi Rp 13,98 miliar atau sekitar 42 persen. Menurutnya, capaian PAD yang belum menyentuh 50 persen pada pertengahan tahun dipengaruhi oleh cuaca ekstrem dan hujan yang sering turun di awal tahun.
“Kita tetap optimistis bisa mengejar target itu. Apalagi ke depan ada event berskala internasional seperti Geopark Investa, dan di bulan September nanti ada Gunungkidul Fest Tourism yang juga diharapkan menjadi magnet kunjungan,” beber Supriyanta.
Sementara itu, Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah I Pantai Sadeng Sunu Handoko mengaminkan peningkatan pengunjung di kawasan pantai. “Wisatawan ramai, tidak seperti hari biasanya. Di sekitar Pantai Wediombo sangat terlihat lonjakannya,” kata Sunu. (cr1)
Editor : Sevtia Eka Novarita