Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jangan Sembarang Bermain dengan Impes Ubur-Ubur Muncul di Pantai Selatan Gunungkidul, Wisatawan Diminta Waspada

Yusuf Bastiar • Sabtu, 28 Juni 2025 | 03:02 WIB
Jangan Sembarang Bermain dengan Impes Ubur-Ubur Muncul di Pantai Selatan Gunungkidul, Wisatawan Diminta Waspada
Jangan Sembarang Bermain dengan Impes Ubur-Ubur Muncul di Pantai Selatan Gunungkidul, Wisatawan Diminta Waspada

 

GUNUNGKIDUL - Memasuki Juli hingga September, biota laut jenis ubur-ubur mulai bermunculan di perairan Pantai Selatan Gunungkidul. Kemunculan ini telah terpantau di beberapa titik perairan laut wilayah selatan sejak kemarin, Kamis (26/6).

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah I Baron, Marjono, mengungkapkan bahwa ubur-ubur yang muncul merupakan jenis Physalia physalis atau dikenal dengan nama umum Impes. Marjono mengungkapkan sejauh ini sudah ada tiga wisatawan yang tersengat ubur-ubur.

“Wisatawan harus lebih berhati-hati sekarang, jangan sembarang bermain dengan hewan laut,” ujar Marjono Jumat, (27/6/2025).

Menurut Marjono kemunculan ubur-ubur ke permukaan laut disebabkan musim dingin di tengah di tengah samudera. Kemudian, ubur-ubur terbawa arus dan angin laut menuju ke bibir pantai. Bahkan, hasil temuan Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah I Baron ubur-ubur didapati berserakan di pasir pantai.

Persebaran ubur-ubur di Pantai Selatan Gunungkidul berada di sepanjang wilayah Baron. “Khususnya, di Pantai Kukup dan Pantai Baron,” ujar Marjono.

Satlinmas Wilayah I Baron juga telah mensiagakan petugas di sejumlah titik rawan untuk memberikan pertolongan pertama apabila dibutuhkan.


Sebagai awal identifikasi ubur-ubur, Marjono menuturkan biota ini memiliki ciri khas warna biru dan menggelembung seperti balon udara. Kemudian, tentakel-tentakelnya dapat menyengat dan menimbulkan rasa nyeri seperti sengatan kalajengking.

Pihaknya mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak menyentuh ubur-ubur tersebut, terlebih menjadikannya sebagai mainan. Jika terkena sengatan tentakel, korban diminta untuk tetap tenang. “Jangan panik,” imbaunya singkat.


Marjono mengingatkan, bekas sengatan ubur-ubur tidak boleh dibasuh dengan air laut. Tak hanya itu, rasa nyeri akan lebih parah jika sengatan tersebut dioles pasta gigi. Sebagai penanganan awal, Marjono menganjurkan untuk segera basuh bagian kulit yang terkena dengan air tawar.

Kemudian, bersihkan dengan larutan cuka. Jika rasa sakit tidak kunjung hilang, lanjut Marjono, segera hubungi petugas pantai terdekat atau bawa ke fasilitas medis. Satlinmas Wilayah I Baron juga telah mensiagakan petugas di sejumlah titik rawan untuk memberikan pertolongan pertama apabila dibutuhkan.


Berbeda dengan wilayah Baron, Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Sadeng, Sunu Handoko, mengungkapkan dari ujung timur Gunungkidul, tepatnya dipantai Krokoh sampai pantai Ngitun tidak dijumpai kemunculan ubur-ubur.

Meski demikian, Sunu mengaku tetap memantau kemunculan ubur-ubur di wilayahnya. Hal ini ia lakukan sebagai tindakan kewaspadaan. Sehingga, sewaktu-waktu ada kemunculan ubur-ubur timnya bisa langsung menghimbau kepada wisatawan.


“Dari ujung timur Pantai Krokoh sampai Ngitun memang dari dulu jarang banget muncul ubur-ubur,” ujar Sunu. (cr1)

Editor : Heru Pratomo
#ubur-ubur #Gunungkidul #Satlinmas #Pantai Selatan