Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sehari Lakukan Pencarian, Wisatawan Asal Semarang Yang Tenggelam di Pantai Watu Kodok Gunungkidul Ditemukan Meninggal

Yusuf Bastiar • Selasa, 24 Juni 2025 | 23:11 WIB

Proses evakuasi korban laka laut setelah berhasil ditemukan posisi keberadaan jasadnya.
Proses evakuasi korban laka laut setelah berhasil ditemukan posisi keberadaan jasadnya.
GUNUNGKIDUL - Setelah melakukan pencarian selama satu hari penuh, Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban laka laut di Pantai Watu Kodok, Gunungkidul.

Korban atas nama Yuda Dwi Prasetya yang merupakan seorang pelajar asal Semarang ditemukan meninggal dunia.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Marjono, mengungkapkan jasad korban ditemukan tepat pukul 14.00.

“Korban langsung dibawa ke RSUD Saptosari,” ujar Marjono pada Selasa, (24/6/2025).

Menurut Marjono, sejak pagi sampai menjelang sore, tim SAR gabungan melakukan pencarian lewat darat maupun terjun langsung ke laut.

Mulanya, Marjono mengungkapkan sekitar pukul 13.30 tim SAR yang melakukan pemantauan dari atas tebing Pantai Watu Kodok melihat korban mengapung di sisi timur pantai.

Kemudian, arus laut membawa jasad korban geser ke sebelah barat tepat di tengah Pantai Watu Kodok.

Setelah itu, tim SAR gabungan langsung melakukan proses evakuasi.

“Tim SAR yang memantau dari atas tebing melihat jasad korban mengapung. Jaraknya 50 meter dari tempat korban awal terseret ombak,” ujar Marjono.

Sebelumnya, menurut laporan Marjono tim SAR telah melakukan penyisiran di area TKP dan pemantauan di atas tebing.

Bahkan, pantauan udara juga dilakukan menggunakan drone.

Namun, hingga pukul 08:00 hasil pencatian masih nihil.

Setelah itu, menurut Marjono pencarian korban juga dilakukan dengan kapal recue dan jetski untuk oprasi laut.

“Pencarian laut sempat mengalami kendala sebab gelombang tinggi sampai dua bahkan empat meter,” ujarnya.

Tak hanya itu, Marjono juga mengungkapkan kondisi air laut berbusa dan keruh menambah kesulitan tim SAR.

Bahkan, kondisi angin laut juga sangat kencang. Sehingga, tim SAR tidak memungkinkan melakukan penyelaman di bawah tebing tempat lokasi awal korban tenggelam.

“Di bawah tebing tempat pecahan ombak,” ujarnya. (cr1)

Editor : Bahana.
#Tenggelam #korban laka laut #semarang