Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PEDA KTNA XVII Resmi Ditutup, 500 Peserta Siap Sebarkan Semangat Swasembada Pangan di Seluruh DIY

Yusuf Bastiar • Senin, 23 Juni 2025 | 05:30 WIB

 

Peserta PEDA KTNA XVII Gunungkidul 2025 mendapatkan penghargaan dari wakil bupati.
Peserta PEDA KTNA XVII Gunungkidul 2025 mendapatkan penghargaan dari wakil bupati.

GUNUNGKIDUL - Rangkaian Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA KTNA) XVII DIY ke-17 2025 yang digelar di Taman Budaya Gunungkidul resmi ditutup Sabtu (21/6/2025).

Ketua Panitia, Agung Nugroho, melaporkan bahwa PEDA KTNA XVII berkomitmen wujudkan swasembada pangan. Hal ini, kedepannya akan disebarluaskan oleh 500 peserta dari seluruh kabupaten/kota di DIY.

“Evaluasi kegiatan menunjukkan tingkat partisipasi tinggi, antusiasme peserta meningkat signifikan, serta banyak inovasi lokal yang menginspirasi antar daerah,” ujar Agung Minggu (22/6/2025).

Agung juga mengaku bahwa forum KTNA telah berupaya meningkatkan kapasitas, mendorong inovasi, dan mempersiapkan peserta untuk Pekan Nasional (Penas) 2026.

Hal tersebut ditunjang dalam rangkaian kegiatan yang meliputi pameran teknologi pertanian, cerdas cermat trengginas, rembug madya dan utama. 

Tak hanya itu, Agung juga menyebutkan festival kesenian daerah serta berbagai temu teknis seperti temu petani milenial sangat menunjang pengetahuan peserta terkait swasembada pangan.

“Ada juga temu profesi dan seminar perhiptani. Semuanya membahas swasembada pangan,” ujarnya.

Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto dalam sambutannya menegaskan bahwa PEDA KTNA erkomitmen membangun kemandirian dan daya saing sektor pertanian dan perikanan.

Sebab, menurut Joko Pekan Daerah KTNA adalah tempat tumbuhnya semangat petani, nelayan, penyuluh, dan pelaku agribisnis.

Baca Juga: Ratusan Perenang Muda Ambil Bagian dalam Kapolres Magelang Kota Open 2025, Ada Peserta Kelahiran 2019 tapi Ikut di KU-18

Meski demikian, Joko mengingatkan bahwa tantangan ke depan masih banyak, mulai dari regenerasi petani, adaptasi teknologi digital, penguatan kelembagaan, hingga integrasi sektor hulu-hilir.

“Kita melihat langsung berbagai inovasi, kolaborasi, dan nilai keguyuban yang tumbuh subur di forum ini,” ujar Joko Parwoto Sabtu (21/6/2025). (cr1)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#swasembada pangan #Pekan Daerah #Peda KTNA XVII #Nelayan #Kontak Tani Nelayan Andalan #Petani