GUNUNGKIDUL - Kabupaten Gunungkidul menjadi tuan rumah Pekan Daerah (Peda) XVII Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2025, Rabu (18/6/2025).
Berlangsung di Taman Budaya Gunungkidul, Ketua KTNA Gunungkidul, Agung Nugroho, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi seleksi sekaligus persiapan kontingen DIY menuju Pekan Nasional (Penas) KTNA 2026 di Gorontalo mendatang.
“Melalui rembug paripurna, kami akan memilih delegasi terbaik, termasuk petani milenial yang siap tampil menjadi juara di tingkat nasional."
"Kami juga bekerja sama dengan BPD dan mitra lain untuk mendukung keberangkatan kontingen,” kata Agung Rabu, (18/6/2025).
Peda KTNA tahun ini diramaikan oleh pameran UMKM hasil tani dari Kota Jogja, Kabupaten Gunungkidul, Sleman, Kulon Progo, dan Bantul.
Masing-masing daerah menampilkan produk unggulan, inovasi.
Tak hanya itu, kegiatan Peda KTNA juga melibatkan generasi muda tani dan nelayan.
Oleh karena itu, Agung sangat optimistis bahwa Kontingen DIY akan menorehkan prestasi di ajang Penas KTNA 2026 di Gorontalo.
“Kami ingin membawa semangat baru."
"KTNA ke depan harus menjadi wajah baru pertanian yang adaptif dan inovatif,” tegasnya.
Menurut Agung, Peda KTNA 2025 di Gunungkidul menjadi ruang strategis untuk berbagi pengalaman, membangun jejaring, dan memperkuat inovasi lokal.
Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti berbagai agenda, dari rembug tani, forum diskusi, hingga pameran produk unggulan.
Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menegaskan bahwa Peda KTNA bukan hanya ajang seremonial.
Tetapi, forum penting untuk menguatkan kapasitas lokal menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan ketahanan pangan.
Dia juga melihat KTNA adalah garda terdepan dalam membangun pertanian, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan.
“Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas petani dan nelayan adalah kunci menuju kedaulatan pangan yang tangguh,” ujarnya.
Peda KTNA merupakan agenda tahunan untuk memperkuat posisi strategis petani, nelayan, dan pelaku kehutanan sebagai pilar utama pembangunan nasional berbasis sumber daya lokal.
Tahun ini, kegiatan berlangsung mulai 18–22 Juni 2025 dengan mengusung semangat ‘Menuju Swasembada Pangan Nasional 2027’. (cr1)
Editor : Iwa Ikhwanudin