GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul mencatat ada 16.548 rumah tak layak huni dan hampir 4.000 bayi mengalami pertumbuhan yang lambat.
Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti dalam acara peluncuran program Kampung Berkah di Kalurahan Karangsari, Kapanewon Semin yang digagas Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Gunungkidul Selasa (17/6/2025).
Menurut Endah, sumber kemiskinan warganya adalah kemalasan.
“Orang miskin itu sumbernya malas, yang bisa mengubah nasib kita ya diri kita sendiri,” ujar Endah Subekti.
Oleh karenanya, Bupati Gunungkidul menggandeng Baznas untuk membuat Kampung Berkah.
Menurutnya, program ini adalah cara untuk membangkitkan semangat gotong royong dan kemandirian masyarakat.
Meski demikian, Endah menilai Program Kampung Berkah jangan hanya sebatas memberikan bantuan.
Tetapi, menjadi inisiatif berkelanjutan yang melibatkan partisipasi masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta.
“Ada 16.548 rumah tidak layak huni."
"Kami minta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) identifikasi mana yang paling ekstrem, agar ditangani melalui zakat, dana CSR, dan utamanya dana Baznas,” tegasnya.
Selain itu, Endah juga menyoroti kondisi gizi balita di Gunungkidul yang memprihatinkan.
Hampir 4.000 bayi tercatat memiliki pertumbuhan yang lambat.
Sehingga, sebagai bupati, Endah meminta agar Baznas bisa terintegrasi dengan data kemiskinan dan stunting yang ada di Bappeda Gunungkidul.
Ditambah, Endah berharap Baznas bisa amanah, transparan dan profesional dalam pengelolaan zakat.
Bupati Gunungkidul ini juga menginginkan dana yang dikelola Baznas tidak hanya digunakan untuk bedah rumah dan jambanisasi.
Tetapi, juga menyasar warga yang hidup sendiri, difabel, serta masyarakat dengan kategori kemiskinan ekstrem.
“Agar manfaatnya lebih luas dan tepat sasaran,” tegas Endah.
Ketua Baznas Gunungkidul, Mustangid, mengungkapkan uang zakat yang terkumpul di Gunungkidul mencapai Rp 8 miliar.
Zakat tersebut berasal dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pengusaha lokal Gunungkidul.
Merespons Bupati, ia juga menegaskan bahwa pihaknya saat ini sedang fokus pada aktivitas pengentasan kemiskinan.
Melalui Kampung Berkah, Mustangid menilai programnya menyasar pemberdayaan masyarakat, peningkatan kesejahteraan, dan penguatan spiritual.
“Harapannya, ada peningkatan ketaqwaan dan kemandirian warga yang berkelanjutan,” ujar Mustangid, Rabu (18/6/2025).
Sejauh ini Baznas Gunungkidul sudah memetakan potensi lokal yang akan digarap.
Salah satunya adalah komoditas gembili.
Sebab, menurutnya tanaman umbi-umbian ini tidak disukai oleh hama monyet ekor panjang.
Sehingga, Baznas mendorong warga Gunungkidul untuk mengolah gembili menjadi produk turunan seperti tepung dan bahan roti.
Sekarang ini, menurut Mustangid baru ada 30 KK yang menanam gembili.
Ia pun menegaskan ke depan potensi lokal umbi-umbian di Gunungkidul akan digenjot supaya menjadi produk unggulan.
“Ini juga solusi atas ancaman hama monyet yang menyerang tanaman,” jelasnya. (cr1)
Editor : Iwa Ikhwanudin