Langkah pertama yang kini sedang dilakukan PDA Gunungkidul yakni dengan membuat Sekolah Wirausaha.
Bertempat di SD Al Mujahidin Wonosari, sekolah wirausaha ini akan dilangsungkan selama empat hari.
“Harapannya, dari pelatihan ini akan lahir pengusaha-pengusaha perempuan,” ujar Ketua Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan PDA Gunungkidul, Siti Latifah, Minggu, (15/6/2025).
Siti menjelaskan bahwa kegiatan Sekolah Wirausaha Aisyiyah akan digelar pada 14, 15, 21, dan 22 Juni 2025.
Kegiatan ini menargetkan terbentuknya pelaku usaha baru di seluruh kapanewon di Gunungkidul.
Dari sekolah ini, nantinya pengusaha perempuan akan dibekali pengetahuan wirausaha untuk menjalankan usaha secara berkelanjutan.
Selain itu, dia juga menuturkan sebagai langkah tindak lanjut sekolah wirausaha ini, PDA Gunungkidul akan membuka kedai Aisyiyah di setiap wilayah.
“Kami juga akan mendorong sekolah ini di daerah lain, khususnya di DIY, untuk menggelar kegiatan serupa,” ujar Siti.
Sementara itu, Ketua PDA Gunungkidul, Endang Wahyuni Nugraha, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan angkatan kedua dan diikuti sekitar 40 peserta dari 18 cabang Aisyiyah se-Kabupaten Gunungkidul.
Dia berkomitmen pelatihan ini nantinya bisa menjadi katalisator lahirnya pelaku usaha perempuan yang tangguh, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
“Kami percaya, pemberdayaan perempuan melalui wirausaha bukan hanya menggerakkan ekonomi keluarga, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi daerah,” ujarnya. cr1
Editor : Bahana.