GUNUNGKIDUL – Tim SRI di Pantai Sadeng tak hanya menangani kondisi darurat di wilayah pantai saja. Respon cepat tanggap juga didedikasikan untuk warga sekitar di Kapanewon Girisubo. Meski dengan kondisi mobil yang sudah tua.
Beberapa hari terakhir ini, Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Pantai Sadeng justru menggunakan ambulan untuk pemakaman jenazah warga setempat. Hal ini dilakukan berdasarkan permintaan langsung dari warga yang membutuhkan.
Terbaru SRI Pantai Sadeng, pada Senin (2/6) pukul 00.00 melakukan penjemputan jenazah dari RSUD Wonosari ke ke rumah dukanya di Kalurahan Songbanyu, Girisubo. “Sehari ini (kemarin) tadi sudah dua kali,” tutur Sunu, Senin, (2/6).
Koordinator SRI Wilayah 1 di Pantai Sadeng, Sunu Handoko menuturkan, tindakan tersebut dilakukan dengan memaksakan ambulan. Sebab, kondisi ambulan yang sudah tua dan memprihatinkan. “Ambulan jenis Daihatsu Espass keluaran 2000-an,” ujar Sunu.
Sebelumnya, kata Sunu, timnya memiliki dua mobil ambulan. Semuanya berjenis Daihatsu Espass. Dulunya, mobil tersebut dipergunakan oleh bekas camat Girisubo. Dari dua mobil tersebut, masing-masing ditaruh di Pantai Sadeng dan Siung.
Namun, kondisi mobil ambulan yang berada di Pantai Siung sudah rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi. Sebab, butuh perbaikan yang sangat banyak sekali. “Benerin barang yang sudah tua seperti nanti malah akan sia-sia,” ujarnya.
Baginya, sebagai rescuer tim SRI tidak boleh menolak permintaan bantuan pertolongan kemanusiaan dari siapapun. “Semasa dibutuhkan dan kami hanya akan diam saja, itu tidak mungkin,” ujar Sunu.
Sunu berharap kondisi ini bisa diperhatikan Pemkab Gunungkidul. Sebab, pelayanan warga dalam penyediaan pelayanan ambulan sangatlah penting. Ditambah, SRI Pantai Sadeng selama ini siap sedia 24 jam dalam memberikan pelayanan untuk masyarakat.
“Semoga saja pemkab lebih memikirkan dan mengingat pentingnya mobil ambulan di sini,” ujar Sunu. (cr1/pra)
Editor : Heru Pratomo