Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hadapi Kemarau Basah, Enam Kapanewon di Gunungkidul Berpotensi Alami Kekeringan, Ini Wilayahnya

Yusuf Bastiar • Senin, 26 Mei 2025 | 22:27 WIB

Kondisi lahan persawahan di Ngalang Kapanewon Gendangsari kemarin, (25/5).
Kondisi lahan persawahan di Ngalang Kapanewon Gendangsari kemarin, (25/5).
GUNUNGKIDUL - Gunungkidul sudah menjadi langganan kekeringan saat terjadi musim kemarau.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid Darlog) Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Sumandi mengatakan, semestinya Mei 2025 ini sudah memasuki musim kemarau kering.

Melihat intensitas hujan yang masih kerap terjadi BPBD menyimpulkan bahwa beberapa bulan mendatang akan terjadi Kemarau Basah.

“Kemarau basah adalah musim kemarau dimana masih terjadi hujan,” tutur Sumandi Senin, 26/5/2025.

Sejauh pendataan BPBD Gunungkidul, dari total keseluruhan 18 kapanewon di Gunungkidul biasanya ada 16 Kapanewon yang terdampak musim kemarau kering.

Sebanyak 16 Kapanewon tersebut adalah, rawan mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Wilayah terdampak kekeringan meliputi Kapanewon Purwosari, Panggang, Saptosari, Paliyan, Tanjungsari, Tepus, Rongkop, Girisubo, Semanu, Karangmojo, Ponjong, Ngawen, Semin, Nglipar, Gedangsari dan Kapanewon Patuk.

Tak hanya kekeringan, kemarau kering di Gunungkidul menurut penuturan Sumandi juga berpotensi terjadi kebakaran hutan.

“Sejauh ini penanganan dengan melaksanakan droping air,” ujar Sumandi.

PBD Gunungkidul telah melakukan pemetaan potensi wilayah terdampak kekeringan selama kemarau basah berlangsung.

Dari 16 kapanewon yang selama ini terdampak musim kemarau kering, ada enam Kapanewon yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau basah.

Sebanyak enam Kapanewon tersebut meliputi Kapanewon Tepus, Saptosari, Panggang, Purwosari, Rongkop dan Girisubo.

“Ya enam kapanewon itu yang berpotensi terdampak kekeringan,” ujar Kabid Darlog BPBD Gunungkidul.

Meski dampak musim kemarau basah di Gunungkidul hampir sama seperti musim kemarau kering. Namun, bagi Sumandi dampak yang ditimbulkan tidak begitu luas.

Sebab, jika kemarau panjang tidak ada hujan dampaknya lebih meluas. Meski demikian, masih ada wilayah yg kekurangan air, tetapi volumenya kecil, hanya titik-titik tertentu saja yang terdampak.

“Akan berdampak tetapi dampaknya tidak terlalu luas,” ujar Sumandi.

Selama musim kemarau basah terjadi di Gunungkidul, BPBD akan tetap melayani warga terdampak kekeringan.

Sumandi menghimbau kepada seluruh masyarakat Gunungkidul prosedur permohonan bantuan air bersih bisa langsung disampaikan ke kalurahan.

Kemudian, pihak kalurahan akan menindaklanjuti laporan ke pemerintah kapanewon.

Sehingga dari situ pihak BPBD akan melakukan verifikasi dan dilaksanakan pengiriman air. (cr1)

Editor : Bahana.
#Yogyakarta #Gunungkidul #kekeringan gunungkidul