Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Program Sergap di Gunungkidul: Bulog Tawarkan Harga Lebih Tinggi untuk Lindungi Petani

Andi May • Selasa, 1 April 2025 | 18:25 WIB

 

MENGGILING: Aktivitas petani saat mengolah gabah usai panen di Gunungkidul.
MENGGILING: Aktivitas petani saat mengolah gabah usai panen di Gunungkidul.

GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul, Kodim 0730/Gunungkidul, dan Perum Bulog berkolaborasi untuk memastikan serapan gabah petani berjalan optimal.

Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan petani, serta mengantisipasi fluktuasi pasar yang dapat merugikan petani.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul Rismiyadi menjelaskan, tujuan utama dari program ini adalah untuk melindungi petani dan memastikan ketersediaan stok pangan nasional.

Program serap gabah petani (Sergap) mendapat respons positif dari para petani.

“Bersama Kodim, kami melaksanakan program Serap Gabah Petani (Sergap) dengan dukungan dari Bulog. Alhamdulillah, antusiasme petani sangat besar,” ujar Rismiyadi, Sabtu (22/3/2025). 

Bulog, yang berkomitmen untuk menyerap hasil panen dengan harga yang adil, menawarkan harga yang lebih tinggi daripada yang ditawarkan tengkulak.

Sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP), harga gabah yang dibeli mencapai Rp 6.500 per kilogram.

Angka ini jauh lebih baik dibandingkan dengan harga yang sering diberikan oleh tengkulak yang lebih rendah.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. 

“Terima kasih kepada Bulog dan semua pihak yang terlibat. Saya menerima laporan dari Lurah Semin dan Bendung bahwa Bulog telah melakukan Sergap dengan harga yang layak," ujar Endah.

Lebih lanjut, Bupati Endah berharap program ini dapat menarik minat petani muda untuk kembali bertani.

Skema yang lebih menguntungkan ini diharapkan dapat memberikan dorongan bagi generasi muda untuk melihat sektor pertanian sebagai sektor yang menguntungkan, mengingat skema sebelumnya sering kali kurang menguntungkan bagi mereka.

Dandim 0730/Gunungkidul Letkol Inf Roni Hermawan menyebut target serapan gabah di Gunungkidul pada Februari dan Maret 2025 mencapai 2.139 ton gabah kering panen (GKP) dan 4.623 ton beras.

Kodim dan Bulog juga melakukan patroli serta jemput bola ke masyarakat agar serapan gabah berjalan maksimal.

Namun, Roni menyoroti perlunya peningkatan kapasitas penggilingan dan pengeringan gabah agar proses serapan lebih efisien.

Saat ini, Gunungkidul memiliki dua gudang besar berkapasitas 2.000 ton dan 1.000 ton, serta gudang mitra dengan daya tampung 650 ton. (ndi/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Lindungi Petani #harga gabah tinggi #serapan gabah petani #Jaga Stabilitas Harga #Pemkab Gunungkidul #perum bulog #Program Sergap