GUNUNGKIDUL - Menjelang Lebaran 2025, Polres Gunungkidul intensifkan pemetaan titik rawan kriminalitas. Salah satunya peredaran uang palsu.
Kasi Humas Polres Gunungkidul AKP Suranto mengatakan, meningkatnya aktivitas masyarakat selama bulan Ramadan hingga menjelang Lebaran membuat beberapa titik menjadi sasaran potensi kejahatan.
"Tempat-tempat yang sering jadi sasaran adalah permukiman kosong, kos-kosan yang ditinggal pemilik, pusat perbelanjaan, serta objek wisata," ungkap Suranto kepada awak media, Selasa (25/3/2025).
Selain itu, area seperti terminal, pasar, dan tempat parkir juga perlu mendapat perhatian ekstra karena meningkatnya keramaian di lokasi-lokasi tersebut.
Pasar rakyat seperti Pasar Argosari dan sejumlah swalayan besar menjadi perhatian utama. Suranto menambahkan, lonjakan transaksi keuangan menjelang Lebaran, yang biasanya dilakukan secara tunai, juga memicu tingginya peredaran uang palsu.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dengan peredaran uang palsu yang kerap beredar di momen seperti ini," katanya.
Untuk menghindari terjebak dalam peredaran uang palsu, Suranto mengingatkan masyarakat untuk lebih paham tentang ciri-ciri uang rupiah asli.
Di antaranya, uang asli memiliki warna yang cerah, gambar dan nominal yang tajam dan jelas, serta benang pengaman yang akan berubah warna ketika dilihat dari sudut berbeda.
Selain itu, logo Bank Indonesia yang tersembunyi akan terlihat utuh jika diterawang, dan uang tersebut akan bercahaya saat disinari UV.
“Ciri-ciri lainnya, saat diraba, uang asli terasa kasar dan memiliki blind code yang juga kasar. Jadi, pastikan untuk memeriksa dengan cermat setiap transaksi,” tegas Suranto.
Polres Gunungkidul berharap masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman menjelang Lebaran, serta dapat menghindari potensi kerugian akibat tindak kejahatan maupun peredaran uang palsu.(ndi/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita