GUNUNGKIDUL - Meningkatnya permintaan tiket menjelang libur Lebaran 2025 memicu perusahaan otobus (PO) antarkota antarprovinsi (AKAP) yang beroperasi di Terminal Dhaksinarga, Wonosari, untuk menaikkan harga tiket hingga dua kali lipat. Kenaikan harga tiket ini diprediksi akan terus berlanjut hingga puncak arus mudik pada awal April 2025.
Pengurus PO Murni Jaya Eko Purwantini mengungkapkan, kenaikan harga tiket mulai diberlakukan pada Jumat (21/3) untuk rute-rute utama, terutama yang menuju ke Jabodetabek.
Baca Juga: Selama Libur Lebaran, Puskesmas Rawat Inap di Sleman Tetap Buka 24 jam
Eko menjelaskan, harga tiket untuk kelas VIP mengalami kenaikan yang signifikan. Dari harga semula Rp 250 ribu menjadi Rp 450 ribu. Sementara itu, tiket kelas eksekutif juga mengalami lonjakan dari Rp 300 ribu menjadi Rp 600 ribu.
"Seluruh harga tiket untuk rute Jabodetabek naik dua kali lipat berdasarkan kelasnya," ujar Eko kepada awak media, Rabu (26/3).
Baca Juga: Smartfren Umumkan Persetujuan Pemegang Saham untuk Rencana Penggabungan Usaha
Kenaikan harga tiket ini seiring dengan lonjakan permintaan yang signifikan. Bahkan tiket yang terjual untuk arus balik dari Gunungkidul menuju Jabodetabek dan Lampung sudah habis terjual.
"Ini saja dari empat armada yang kami sediakan untuk arus balik nanti, semuanya sudah ludes dipesan," katanya.
Baca Juga: Mobil Seruduk 11 Motor saat Nobar Timnas di Jalan Tentara Purworejo
Hal serupa juga diungkapkan oleh Desta, operator tiket PO Sinarjaya. Dia mengatakan, harga tiket di tempatnya mengalami kenaikan 100 persen untuk beberapa kelas.
Untuk tiket kelas eksekutif legrest, harga tiket naik dari Rp 250 ribu menjadi Rp 530 ribu. Sedangkan untuk suite class family, harga tiketnya naik dari Rp 400 ribu menjadi Rp 740 ribu. Untuk kelas suite class, harga tiket juga mengalami lonjakan dari Rp 390 ribu menjadi Rp 740 ribu.
"Harga ini sudah berlaku sejak Jumat lalu. Paling banyak itu penumpang yang mudik mengambil di tanggal 29 Maret, sedangkan yang untuk arus balik paling banyak mengambil di tanggal 3 April," beber Desta.
Desta juga memprediksi, lonjakan permintaan tiket akan terus terjadi hingga puncaknya yang diperkirakan terjadi pada H-4 dan H-3 Lebaran. "Saat ini, sebagian besar tiket sudah dipesan jauh-jauh hari," ungkapnya.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Mendadak Tidak Aktif dan Tak Ada Pemberitahuan, Perangkat Desa di Kebumen Kelimpungan
Sementara itu, Kepala Terminal Dhaksinarga Wonosari Arif Farwanto mengungkapkan, meskipun harga tiket naik, jumlah penumpang yang masuk ke Terminal Dhaksinarga Wonosari masih relatif normal. Namun, menurutnya, peningkatan penumpang diperkirakan akan terjadi mulai 27-29 Maret 2025.
"Ramainya kemungkinan nanti tanggal 27, 28, dan 29 Maret," jelas Arif. (ndi)
Editor : Sevtia Eka Novarita