Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rawan Longsor, Jalur Bukit Clongop Ditutup Sementara saat Periode Mudik Lebaran

Andi May • Sabtu, 22 Maret 2025 | 04:25 WIB

 

RAWAN LONGSOR: Jalur Bukit Clongop, Gedangsari, Gunungkidul ditutup sementara selama mudik Lebaran.
RAWAN LONGSOR: Jalur Bukit Clongop, Gedangsari, Gunungkidul ditutup sementara selama mudik Lebaran.

GUNUGKIDUL - Jalur Bukit Clongop di wilayah Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul ditutup sementara selama periode mudik Lebaran. Keputusan ini diambil sebagai langkah pencegahan atas potensi bahaya yang masih mengancam. Menyusul terjadinya longsor yang menimpa jalan tersebut beberapa waktu lalu.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul Agus Hendro mengatakan, dishub bersama dengan Satlantas Polres Gunungkidul telah melakukan survei langsung ke lokasi pasca-insiden. Dalam hasil survei tersebut, mereka sepakat untuk menutup jalur tersebut baik dari arah atas maupun bawah untuk sementara waktu.

 Baca Juga: Pemprov DIY Mulai Bahas Program Sekolah Rakyat Besutan Presiden Prabowo: Tidak Bangun Gedung Baru, Manfaatkan yang Sudah Ada

"Jadi, dari arah atas maupun bawah kita tutup total untuk tidak melintas di situ," kata Agus saat ditemui di kantornya Jumat (21/3). 

 

Penutupan ini, lanjut Agus, akan berlangsung hingga kondisi di lokasi benar-benar aman untuk dilewati kendaraan. “Kami belum bisa memastikan kapan kondisi di sana akan benar-benar aman," tambahnya.

 Baca Juga: Pascaaksi Tolak Revisi UU TNI, Eks Gedung Setan Ditutup Kain Putih, Tutup Vandalisme di Bangunan Cagar Budaya

Menurutnya, longsoran yang terjadi di Bukit Clongop disebabkan oleh retakan tanah yang cukup besar. Saat ini, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY bersama dengan tim lapangan tengah berusaha keras untuk mengatasi masalah tersebut. Mereka tengah melakukan pengerukan material longsor dan memperbaiki struktur tebing yang berpotensi longsor lagi.

 Baca Juga: Beroperasi Lima Tahun, Jaringan Komplotan Pencuri di DIY Ini Berhasil Dibekuk Polres Kulon Progo

Meskipun jalan utama di jalur Bukit Clongop ditutup, akses untuk sepeda motor masih dibuka kembali dengan jalur alternatif yang telah difungsikan. 

 

"Kami telah memasang water barrier di atas dan bawah jalan, dan sepeda motor masih bisa melintas melalui jalur lama," jelasnya. 

 

Namun, kendaraan roda empat atau mobil tidak dapat melewati jalur tersebut. Karena kondisi jalan yang sempit dan terjal.

 

Sebelumnya, Panewu Gedangsari Eko Krisdiyanto menjelaskan, penanganan terhadap retakan telah dimulai pada 19 Maret. “Dua alat berat telah diterjunkan untuk melakukan pengerjaan ini," ujar Eko. 

 Baca Juga: Wakil Menteri Pertanian SudaryonoImbau Petani di Kabupaten Bantul Tak Jual Gabah Kering Panen di Bawah Rp 6.500

Eko menyebut, pembuatan terasiring di area retakan bertujuan untuk mengalirkan air hujan dan mengurangi potensi longsor susulan.  "Tebing ini memiliki ketinggian sekitar 15 meter, dengan retakan sepanjang 40 meter dan kedalaman 3 hingga 4 meter," bebernya. 

 

Material longsor yang sempat menutup seluruh badan jalan juga telah dibersihkan. Tanah tersebut dibuang ke lahan warga setempat untuk mengurangi dampak terhadap infrastruktur jalan. (ndi/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#satlantas #Jalur #Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral #Dinas Perhubungan (Dishub) #Kapanewon Gedangsari #Water Barrier #Gunungkidul #Mudik #Polres Gunungkidul #Bukit Clongop #ditutup sementara #lebaran #rawan longsor