GUNUGKIDUL - Jalur Bukit Clongop di wilayah Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul ditutup sementara selama periode mudik Lebaran. Keputusan ini diambil sebagai langkah pencegahan atas potensi bahaya yang masih mengancam. Menyusul terjadinya longsor yang menimpa jalan tersebut beberapa waktu lalu.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul Agus Hendro mengatakan, dishub bersama dengan Satlantas Polres Gunungkidul telah melakukan survei langsung ke lokasi pasca-insiden. Dalam hasil survei tersebut, mereka sepakat untuk menutup jalur tersebut baik dari arah atas maupun bawah untuk sementara waktu.
"Jadi, dari arah atas maupun bawah kita tutup total untuk tidak melintas di situ," kata Agus saat ditemui di kantornya Jumat (21/3).
Penutupan ini, lanjut Agus, akan berlangsung hingga kondisi di lokasi benar-benar aman untuk dilewati kendaraan. “Kami belum bisa memastikan kapan kondisi di sana akan benar-benar aman," tambahnya.
Menurutnya, longsoran yang terjadi di Bukit Clongop disebabkan oleh retakan tanah yang cukup besar. Saat ini, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY bersama dengan tim lapangan tengah berusaha keras untuk mengatasi masalah tersebut. Mereka tengah melakukan pengerukan material longsor dan memperbaiki struktur tebing yang berpotensi longsor lagi.
Baca Juga: Beroperasi Lima Tahun, Jaringan Komplotan Pencuri di DIY Ini Berhasil Dibekuk Polres Kulon Progo
Meskipun jalan utama di jalur Bukit Clongop ditutup, akses untuk sepeda motor masih dibuka kembali dengan jalur alternatif yang telah difungsikan.
"Kami telah memasang water barrier di atas dan bawah jalan, dan sepeda motor masih bisa melintas melalui jalur lama," jelasnya.
Namun, kendaraan roda empat atau mobil tidak dapat melewati jalur tersebut. Karena kondisi jalan yang sempit dan terjal.
Sebelumnya, Panewu Gedangsari Eko Krisdiyanto menjelaskan, penanganan terhadap retakan telah dimulai pada 19 Maret. “Dua alat berat telah diterjunkan untuk melakukan pengerjaan ini," ujar Eko.
Eko menyebut, pembuatan terasiring di area retakan bertujuan untuk mengalirkan air hujan dan mengurangi potensi longsor susulan. "Tebing ini memiliki ketinggian sekitar 15 meter, dengan retakan sepanjang 40 meter dan kedalaman 3 hingga 4 meter," bebernya.
Material longsor yang sempat menutup seluruh badan jalan juga telah dibersihkan. Tanah tersebut dibuang ke lahan warga setempat untuk mengurangi dampak terhadap infrastruktur jalan. (ndi/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita