Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pelunasan Biaya Haji Gunungkidul Capai 84 Persen, Jemaah Diminta segera Lunasi sebelum Batas Waktu

Andi May • Jumat, 14 Maret 2025 | 04:15 WIB
Rombongan jamaah haji kloter 52 SOC tiba di Kabupaten Gunungkidul, Minggu (7/7) malam.
Rombongan jamaah haji kloter 52 SOC tiba di Kabupaten Gunungkidul, Minggu (7/7) malam.

GUNUNGKIDUL - Menjelang batas waktu pelunasan tahap pertama yang jatuh pada Jumat (14/3/2025), sebanyak 84 persen jemaah haji reguler Gunungkidul telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (BIPIH) 1446 H/2025 Masehi.

Dari total 261 jemaah yang terdaftar, 218 jemaah di antaranya telah menyelesaikan pembayaran, sementara 43 jemaah lainnya masih belum melakukan pelunasan.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Gunungkidul Taufik Ahmad Soleh mendorong jemaah segera melakukan pelunasan sebelum batas waktu yang ditentukan. Surat pemanggilan kepada jemaah yang belum melunasi biaya haji telah dikirim.

“Penyampaian surat pemanggilan ini kami harapkan bisa mendorong para jemaah untuk segera menyelesaikan pelunasan BIPIH, terutama bagi yang status istita’ah-nya sudah muncul,” ujar Taufik saat dihubungi, Kamis (14/3/2025).

Taufik menjelaskan, bagi jemaah yang belum melakukan pelunasan pada tahap pertama, mereka masih memiliki kesempatan untuk melunasi pada tahap kedua yang dimulai pada 24 Maret hingga 17 April 2025.

Tahap kedua ini diperuntukkan bagi jemaah yang mengalami masalah sistem, pendamping lansia dan disabilitas, penggabungan mahram, serta jemaah cadangan.

“Setelah tahap pertama berakhir, baru akan diketahui jumlah jemaah cadangan yang bisa masuk ke dalam kuota,” jelasnya.

Menurutnya, sejumlah jemaah yang belum melakukan pelunasan disebabkan oleh beberapa faktor.

Di antaranya beberapa jemaah mengalami kesulitan finansial, sementara yang lainnya menunggu proses penggabungan mahram atau memang sengaja menunda pembayaran untuk berangkat bersama keluarga pada tahun berikutnya.

“Berdasarkan hasil mitigasi, kami memperkirakan ada sekitar 34 jemaah yang akan menunda keberangkatan mereka ke Tanah Suci tahun ini,” tambahnya.

Tahun ini, jemaah haji Gunungkidul memiliki rentang usia yang cukup bervariasi. Jemaah tertua berusia 88 tahun, sementara yang termuda sekitar 20 tahun. Namun, prioritas diberikan kepada jemaah lansia, yakni mereka yang berusia 84 tahun ke atas.

Sebagian besar jemaah yang sudah melunasi BIPIH juga sudah memiliki paspor, sehingga tidak mengalami kendala. Kini, mereka hanya menunggu proses pengeluaran Bio Visa dari Arab Saudi.

“Jika semua dokumen sudah lengkap, kita tinggal menunggu Bio Visa dari Arab Saudi. Bagi jemaah cadangan yang berpeluang untuk masuk kuota, kami juga meminta mereka untuk segera menjalani pemeriksaan kesehatan agar persyaratan mereka sudah siap jika dipanggil,” imbuhnya.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gunungkidul Mukotip mengimbau jemaah yang telah melunasi biaya haji menjaga kondisi fisik dan mental menjelang keberangkatan.

Kesiapan tubuh dan pikiran sangat krusial agar jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan optimal.

“Kesiapan fisik dan mental sangat penting dalam menjalankan ibadah haji. Jemaah diharapkan mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik,” katanya.

Dia berharap kuota haji untuk Kabupaten Gunungkidul dapat terisi penuh setelah pelunasan selesai.

Apabila masih ada kuota yang tidak terisi, pihaknya akan mengembalikan slot tersebut ke pemerintah pusat untuk didistribusikan ke daerah lain yang membutuhkan.

“Kami berharap semua kuota bisa terisi. Jika ada kuota yang tersisa, akan dikembalikan ke pusat untuk didistribusikan ke daerah yang masih membutuhkan,” tambahnya.(ndi/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#jemaah haji #Gunungkidul #haji 1446 H 2025 M #pelunasan biaya haji