Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Serapan Gabah Petani Semanu Gunungkidul ke Bulog Capai 10,9 Ton: Pembelian dengan Harga Lebih Tinggi Tawarkan Solusi Pemasaran Gabah

Andi May • Senin, 10 Maret 2025 | 04:15 WIB

 

MENGGILING: Aktivitas petani saat mengolah gabah usai panen di Gunungkidul.
MENGGILING: Aktivitas petani saat mengolah gabah usai panen di Gunungkidul.

GUNUNGKIDUL – Proses penyerapan gabah oleh Bulog dari berbagai kelompok tani (Poktan) di Gunungkidul terus berlangsung.

Kini, sebanyak 10.924 kilogram (kg) atau setara 10,9 ton gabah berhasil diserap pada Jumat (7/3/2025) lalu.

Jumlah ini sebagai pencapaian positif dalam upaya membantu kesejahteraan petani sekaligus menjaga ketahanan pangan lokal.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul Raharjo Yuwono mengungkapkan, gabah yang diserap Bulog berasal dari beberapa Poktan yang ada di dua kalurahan, yakni Pacarejo dan Semanu.

Di Pacarejo, Bulog menyerap sebanyak 3.440 kg gabah, sementara di Semanu tercatat 7.484 kg.

"Total gabah yang diserap dari kedua kalurahan ini mencapai 10.924 kg, dengan harga beli yang ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kg," ujar Raharjo kepada awak media, Minggu (9/3/2025).

Penyerapan gabah oleh Bulog dilakukan di sejumlah Poktan yang tersebar di wilayah Semanu.

Di antaranya Poktan Catur Pamungkas, Boga Tani, dan Cipto Tunggal di Pacarejo, serta Sedyo Maju, Bangun Bendorejo, dan Sumber Agung di Semanu Selatan.

"Program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi petani, tetapi juga memberikan solusi dalam pemasaran gabah yang terkadang sulit ditemui di pasar lokal," ujarnya.

Lurah Pacarejo Suhadi menyambut baik program penyerapan gabah oleh Bulog ini.

Menurutnya, harga yang ditawarkan oleh Bulog lebih tinggi dibandingkan dengan tengkulak yang sering membeli gabah dari petani yakni sekitar Rp 6.500 per kg.

Sedangkan tengkulak hanya memberikan harga Rp 5.000 per kg.

Sehingga, penyerapan gabah dari petani lokal ke Bulog dinilai sangat bermanfaat bagi para petani, karena bisa menjadi solusi atas kesulitan mereka dalam memasarkan hasil panen.

Namun, dia mengingatkan para petani tetap memperhatikan ketahanan pangan keluarga.

Ia berharap para petani tidak menjual seluruh hasil panennya, sehingga stok beras untuk kebutuhan pribadi tetap terjaga.

“Program ketahanan pangan keluarga harus tetap diutamakan agar kebutuhan beras tetap mencukupi,” tuturnya.

Penyuluh dari Balai Penyuluhan Pertanian Semanu Sudiyatna mengatakan, para petani di Semanu telah mengerti pentingnya ketahanan pangan, dan mereka tidak menjual seluruh hasil panen yang baru.

Sebagian gabah hasil panen disimpan sebagai cadangan pangan untuk kebutuhan keluarga.

“Sejak pertengahan Februari, petani sudah mulai panen raya padi. Dan hingga sekarang panen masih berlangsung," tambahnya. (ndi/wia

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#pangan lokal #bulog #serapan gabah #pemasaran gabah #Kesejahteraan Petani #Petani #kelompok tani #ketahanan pangan