GUNUNGKIDUL - Setelah dua bulan terhenti akibat cuaca buruk, para nelayan di Gunungkidul akhirnya bisa kembali melaut.
Kondisi gelombang yang kini lebih stabil membuat mereka mulai berani turun ke laut untuk mencari ikan.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunungkidul Rujimanto mengungkapkan, sejak Januari hingga Februari lalu, mayoritas nelayan memilih berhenti melaut karena angin kencang dan gelombang tinggi yang membahayakan keselamatan mereka.
"Januari dan Februari kemarin memang cuacanya sangat tidak bersahabat. Angin darat cukup kuat, dan gelombang tinggi membuat kapal-kapal nelayan kecil kesulitan beroperasi. Makanya, banyak nelayan memilih untuk istirahat sementara dan beralih ke pekerjaan lain seperti bertani," ujar Rujimanto saat dihubungi, Jumat (7/3/2025).
Namun, memasuki bulan Maret, cuaca berangsur membaik seiring dengan berakhirnya musim angin barat dan masuknya musim mongso songo, yang dikenal lebih tenang.
Nelayan pun mulai kembali ke laut, meskipun hasil tangkapan masih bervariasi.
"Hasil tangkapan utama nelayan di sini biasanya layur, tongkol, dan kembung. Dalam sehari, mereka bisa mendapatkan sekitar 30 hingga 70 kilogram ikan. Walaupun belum sepenuhnya normal, setidaknya sudah jauh lebih baik dibandingkan dua bulan lalu," katanya.
Meski kondisi laut sudah lebih stabil, Kepala Bidang Tangkap Ikan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul Wahid Supriyadi mengingatkan para nelayan agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak.
"Pantauan kami menunjukkan bahwa saat ini masih ada bibit siklon tropis yang bisa mempengaruhi cuaca di beberapa titik. Hujan deras dan angin kencang masih bisa terjadi, meskipun tidak separah sebelumnya," ujarnya.
Menurutnya, tinggi gelombang di perairan selatan Gunungkidul saat ini masih berada dalam kategori moderat, yakni antara 1,25 hingga 2,5 meter.
Meski dianggap cukup aman, nelayan tetap diminta untuk memperhatikan informasi cuaca sebelum melaut.
"Gelombang memang sudah lebih tenang dibandingkan Januari dan Februari, tapi risiko tetap ada. Kami mengimbau para nelayan untuk selalu memperbarui informasi cuaca dan memperhatikan keselamatan sebelum melaut," tambahnya. (ndi/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita