Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunungkidul Perluas Jaringan Selter Pengungsian, Antisipasi Risiko Bencana

Andi May • Kamis, 6 Maret 2025 | 05:55 WIB

 

Pembangunan selter pengungsi di Candirejo, Semin, Gunungkidul pada 2024 lalu.
Pembangunan selter pengungsi di Candirejo, Semin, Gunungkidul pada 2024 lalu.

GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana dengan membangun selter pengungsian di beberapa titik rawan. Tahun ini, pembangunan selter akan difokuskan di Kalurahan Serut, Kapanewon Gedangsari. Dengan tambahan ini, total sudah ada empat selter yang dibangun sejak program ini dimulai pada 2022.

Kepala Bidang Perumahan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul Nurgiyanto menyampaikan, upaya memperluas jaringan selter pengungsian merupakan bagian dari strategi mitigasi bencana, terutama bagi daerah rawan longsor dan tanah gerak.

Sejak 2022, pembangunan selter pertama di Kalurahan Katongan, Nglipar telah direncanakan. Kemudian tahun berikutnya di Tegalrejo, Gedangsari. "Pada 2024 dibangun di Kalurahan Candirejo, Semin. Tahun ini, kami menargetkan pembangunan selter di Kalurahan Serut,” ujar Nurgiyanto kepada awak media, Rabu (5/3). 

 Baca Juga: Waktu Tanggap Damkar Sleman Lebih dari 15 Menit, Sebut karena Akses Banyak Terkendala

Saat ini, proyek selter di Kalurahan Serut masih dalam tahap koordinasi dengan pemerintah kalurahan setempat, terutama dalam hal pemilihan lokasi yang ideal. Pihaknya  menekankan pentingnya lokasi yang aman, strategis, serta memiliki akses yang mudah dijangkau oleh warga.

“Kami masih dalam proses pencarian lahan yang sesuai untuk pembangunan selter ini. Koordinasi terus dilakukan dengan lurah setempaf agar mendapatkan lokasi yang paling tepat,” tambahnya.

 Baca Juga: Lansia di Bantul Jadi Korban Percobaan Pembunuhan Mantan Karyawannya

Selter ini dirancang dengan luas total sekitar 660 meter persegi. Dari total luas tersebut, sekitar 220 meter akan digunakan untuk bangunan utama, sedangkan sisanya dialokasikan untuk halaman dan ruang terbuka hijau guna mendukung kenyamanan serta keamanan bagi warga yang mengungsi.

Di tengah upaya efisiensi anggaran yang diterapkan Pemkab Gunungkidul, Nurgiyanto memastikan bahwa proyek pembangunan selter tidak terdampak dan tetap berjalan sesuai rencana. Ia menyebut, anggaran sebesar Rp350 juta sudah dialokasikan dan masih tersedia dalam program kerja DPUPRKP Gunungkidul.

 Baca Juga: Pemkab Purworejo Tak Akan Cawe-Cawe, Dion Agasi Setiabudi Serahkan Proses Hukum Proyek Mini Zoo Purworejo ke APH

“Tidak ada perubahan dalam perencanaan. Program ini tetap berjalan sesuai anggaran yang telah ditetapkan,” tegasnya.

 

Lurah Serut Sugiyanta menyambut baik rencana pembangunan selter pengungsian di wilayahnya. Menurutnya, selter ini sangat dibutuhkan. Mengingat Serut termasuk daerah dengan tingkat kerawanan tanah longsor yang cukup tinggi.

“Akhir 2022 lalu, ada kejadian tanah gerak yang berdampak pada satu RT. Pondasi rumah-rumah warga bergeser dan beberapa bagian rumah mengalami kerusakan. Kejadian seperti ini berpotensi terjadi lagi, terutama di musim hujan,” jelas Sugiyanta.

 Baca Juga: Alasan Cuaca, Yusaku Yamadera Sudah Pasti Bertahan di PSIM Jogja untuk Musim Depan  

Dengan adanya selter, ia berharap warga memiliki tempat evakuasi yang aman jika bencana kembali terjadi. Keberadaan selter ini juga akan meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat.

“Mudah-mudahan pembangunannya bisa segera direalisasikan agar warga merasa lebih aman dan terlindungi,” tutupnya. (ndi) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#tanah gerak #pemkab #Kesiapsiagaan #Kapanewon Gedangsari #Kalurahan Serut #Gunungkidul #Bencana #DPUPRKP #Nglipar #mitigasi bencana #Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman #jaringan #membangun #pemerintah kabupaten #selter pengungsian #rawan longsor