Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Cabai Rawit Merah Kembali Meroket: Sentuh Rp 100 Ribu per Kilogram, Dipicu Faktor Cuaca

Andi May • Rabu, 5 Maret 2025 | 04:44 WIB

 

Aktivitas di Pasar Argosari, Wonosari, Gunungkidul, Selasa (4/3/2025).
Aktivitas di Pasar Argosari, Wonosari, Gunungkidul, Selasa (4/3/2025).

GUNUNGKIDUL – Setelah sempat turun beberapa waktu lalu, harga cabai rawit merah di sejumlah pasar di Gunungkidul, kembali mengalami lonjakan signifikan.

Saat ini, harga cabai rawit merah mencapai Rp 100 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp 60 ribu. Kenaikan harga ini terjadi dalam sepekan terakhir.

Seorang pedangang sayuran di Pasar Argosari Wonosari Sri (45) mengungkapkan, kenaikan ini dipicu oleh pasokan yang semakin menipis akibat panen yang tidak maksimal.

"Panennya enggak gagal, tapi hasilnya enggak sebanyak biasanya," ujarnya saat ditemui di lapaknya, Selasa  (4/3/2025).

Tak hanya cabai rawit merah, cabai keriting merah juga mengalami kenaikan harga, kini mencapai Rp 60 ribu per kilogram.

Sementara itu, beberapa komoditas lain seperti bawang merah juga ikut naik, dari Rp 30 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram.

Selain itu, telur ayam juga mengalami kenaikan dari Rp 25 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogram.

Sementara, untuk minyak goreng, kenaikan harga sudah terjadi sebelum Ramadan, dengan kenaikan sekitar Rp 2.000 per liter.

Saat ini, harga minyak goreng berkisar antara Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu per liter, tergantung merek.

“Kenaikan ini biasa terjadi menjelang Lebaran karena permintaan meningkat,” katanya.

Di sisi lain, harga tomat justru mengalami penurunan. Sebelumnya, tomat dijual dengan harga Rp 20 ribu per kilogram, kini hanya Rp 12 ribu hingga Rp 10 ribu, tergantung ukuran dan kualitasnya.

Namun, harga ayam potong juga mengalami lonjakan. Saat ini, harga ayam mencapai Rp 38 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp 32 ribu hingga Rp 35 ribu.

"Biasanya kalau sudah dekat Lebaran, permintaan makin tinggi, jadi harga juga ikut naik," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Ris Heryani membenarkan adanya lonjakan harga cabai rawit merah yang siginifikan.

"Kenaikan harga cabai ini diduga dipengaruhi oleh cuaca yang tidak menentu serta pasokan dari petani yang berkurang," ujar Ris.

Pihaknya terus memantau perkembangan harga dan pasokan di pasar untuk mengantisipasi gejolak yang lebih tinggi. (ndi/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#meroket #cabai rawit merah #faktor cuaca #bahan pokok #pasokan