Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BPBD Gunungkidul Catat 106 Kejadian Bencana Alam, Terbanyak Kejadian Melanda Kapanewon Wonosari

Andi May • Senin, 3 Maret 2025 | 04:45 WIB

 

SIAGA: Bencana pohon tumbang menimpa rumah-rumah warga dan fasilitas umum di Gunungkidul.
SIAGA: Bencana pohon tumbang menimpa rumah-rumah warga dan fasilitas umum di Gunungkidul.

GUNUNGKIDUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat 106 kejadian bencana akibat cuaca ekstrem yang melanda selama Februari 2025.

Bencana alam meliputi tanah longsor, angin kencang, dan kebakaran gedung dan pemukiman serta pohon tumbang. Bencana tersebar hampir di seluruh kapanewon se-Gunungkidul.

Kepala BPBD Gunungkiduk Purwono melaporkan, dari 106 kejadian bencana itu, terbanyak melanda wilayah Kapanewon Wonosari dengan total 58 kejadian yakni, 57 angin kencang dan pohon tumbang.

"Cuaca ekstrem mengakibatkan sejumlah titik terdampak, total sepanjang Februari sebanyak 106 kejadian dengan titik terbanyak yakni di Kapanewon Wonosari yakni 57 kejadian, kebakaran 1 titik," ujar Purwono kepada awak media, Minggu (2/3/2025).

Purwono mengakui, hujan lebat disertai angin kencang merusak atap rumah warga dan memicu tumbangnya pohon yang menimpa rumah ataupun fasilitas umum. Di beberapa titik juga akses jalan terblokir pohon tumbang dan tanah longsor.

Angin kencang dan pohon tumbang mendominasi kejadian bencana selama sebulan penuh dengan total kejadian mencapai 95 titik bencana. Setidaknya bencana tersebut terjadi di 10 kapanewon.

"Kapanewon Girisubo 19 titik, Karangmojo 6 titik, Patuk 2 titik, Playen 2 titik, Ponjong 5 titik, Purwosari 1 titik, Semanu 1 titik, Tanjungsari 1 titik, Tepus 1 titik dan Wonosari 57 titik," jelasnya.

Untuk tanah longsor, terjadi di Kapanewon Gedangsari 1 titik, Karangmojo 1 titik, Ngawen 1 titik, Rongkop 1 titik, dan Semin 3 titik. Sedangkan kebakaran terjadi di 4 titik yakni, di Gedangsari, Ngawen, Nglipar dan Wonosari.

"Semua yang menjadi korban bencana telah kami distribusikan logistik baik untuk penanganan maupun sembako," tuturnya.

Pemangkasan pohon lapuk, menghindari berteduh di bawah pohon atau tiang listrik saat hujan deras, serta meningkatkan kesiapsiagaan di daerah rawan longsor menjadi langkah antisipatif yang perlu diutamakan.

“Kami akan terus memperbarui informasi situasi di lapangan dan mengoordinasikan penanganan lebih lanjut. Jika ada laporan tambahan dari masyarakat," tambahnya.(ndi/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Tanah Longsor #Angin Kencang #Bencana Alam #Gunungkidul #Cuaca Ekstrem #BPBD #Pohon Tumbang