GUNUNGKIDUL – Dinas Perdagangan (Disdag) Gunungkidul memastikan distribusi gas melon atau elpiji tiga kilogram tetap berjalan lancar selama bulan Ramadan. Masyarakat diimbau tidak perlu khawatir terkait pasokan, karena pihaknya terus memantau ketersediaan gas di pasaran.
Kepala Bidang Perdagangan Disdag Gunungkidul Ris Heryani mengungkapkan, kuota harian gas bersubsidi untuk masyarakat Gunungkidul berkisar antara 19 ribu hingga 20 ribu tabung. Dengan adanya tambahan kuota, diharapkan distribusi tetap lancar dan mencukupi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran.
“Ketersediaan gas bersubsidi di Gunungkidul cukup aman. Harganya pun sudah sesuai dengan HET,” tuturnya, Kamis (27/2).Menurut dia, hingga saat ini distribusi gas bersubsidi dari agen ke pangkalan masih berjalan normal.“Saat ini ada 1.163 pangkalan dan 13 agen yang beroperasi,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan gas bersubsidi selama Ramadan dan libur Lebaran, pihaknya juga telah mengajukan tambahan kuota sebesar 15 hingga 25 persen. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kelangkaan yang bisa berimbas pada kenaikan harga di pasaran.
Pengajuan tambahan teraebut merupakan langkah rutin yang dilakukan setiap tahun menjelang bulan puasa. Hal itu agar tidak terjadinya kelangkaan meskipun permintaan meningkat selama Ramadan nanti.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau membeli gas dalam jumlah berlebihan. Jika terjadi kendala distribusi atau kenaikan harga yang tidak wajar, warga diminta untuk segera melapor agar bisa ditindaklanjuti.(ndi/pra)
Editor : Heru Pratomo