Danais Ikut Terpangkas akibat Efisiensi Anggaran, Satu Event Wisata di Gunungkidul Dibatalkan
Andi May• Kamis, 27 Februari 2025 | 06:20 WIB
Salah satu event wisata Gunungkidul Heritage Run 2024 kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul pada 2024 lalu.
GUNUNGKIDUL - Kebijakan efisiensi anggaran turut berdampak pada pengurangan dana keistimewaan (danais). Akibatnya, salah satu event wisata di Gunungkidul terpaksa dibatalkan.
Kebijakan pemerintah pusat melalui Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2025 Tentang Penyesuaian Rincian Alokasi Transfer ke Daerah Menurut Provinsi/Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2025 Dalam Rangka Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025 membuat transfer ke danais DIY juga ikut mengalami penyesuaian.
Sub Koordinator Promosi Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul Sofyan Dwi Aryanto menyebutkan, salah satu event wisata unggulan Gunungkidul Beach Run 2025, terpaksa dibatalkan akibat kebijakan efisiensi anggaran. Event ini awalnya dijadwalkan berlangsung pada 26 April 2025 di Pantai Krakal. Mengusung konsep sport tourism, di mana peserta akan mengikuti fun run pada sore hari dan menikmati konser musik di malam harinya.
"Dengan RAB sebesar Rp 490 juta, event ini awalnya masuk dalam kalender pariwisata Gunungkidul 2025. Namun, dalam rangka efisiensi anggaran, kegiatan tersebut harus dibatalkan," ujar Sofyan saat dikofirmasi, Rabu (26/2).
Meski demikian, kalender wisata Gunungkidul tahun ini masih menyisakan tiga event utama lainnya. Yaitu Geopark Nglanggeran Night Specta pada Juli 2025, Gunungkidul Tourism Fest pada September 2025, serta Pemilihan Dimas Diajeng Gunungkidul yang sudah lebih dulu terlaksana.
Di antara ketiga event tersebut, Geopark Nglanggeran Specta menjadi yang paling diandalkan, dengan anggaran sekitar Rp590 juta dari danais. Hingga saat ini, tidak ada indikasi pembatalan untuk event tersebut, sehingga masih diharapkan mampu menarik wisatawan dan meningkatkan daya tarik wisata di kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran.
"Pembatalan Gunungkidul Beach Run 2025 tentunya berdampak pada sektor pariwisata, terutama bagi pelaku usaha di sekitar Pantai Krakal. Ditargetkan menarik 2.000 peserta lari dan 3.000 penonton konser musik, yang berpotensi memberikan dampak ekonomi signifikan bagi UMKM, pemilik homestay, serta pelaku wisata lainnya," ucapnya.
Dengan masih adanya tiga event wisata besar yang tetap berjalan, pihaknya berharap sektor pariwisata Gunungkidul tetap berkembang dan mampu menarik minat wisatawan, meskipun salah satu event utama harus dibatalkan.
"Kami akan terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan pariwisata Gunungkidul, baik melalui event yang tersisa maupun strategi promosi lainnya," pungkasnya. (ndi)