GUNUNGKIDUL - Program makan bergizi gratis (MBG) telah berjalan seminggu di Gunungkidul. Dalam pelaksanaannya, rupanya beberapa aspek yang harus dievaluasi terutama pada sajian makanan yang diberikan.
Komandan Kodim 0730/GK Letkol Ind Roni Hermawan mengatakan, secara keseluruhan program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu berjalan dengan lancar dan baik di Bumi Handayani. Setidaknya, program tersebut telah terealisasi di tiga sekolah negeri di Wonosari.
"Dalam beberapa minggu ini berjalan lancar dan baik, akan tetapi ada beberapa yang perlu kami benahi seperti buah pepaya yang belum matang dan nasi yang lembek," ujar Roni saat dikonfirmasi, Selasa (25/2).
Roni menjelaskan, nasi yang lembek tersebut dikarenakan olahan masakan yang terlalu banyak air. Namun begitu, pihaknya akan segera melakukan perbaikan dan memastikan kembali makanan yang akan diberikan.
Secara umum, kata Roni, para siswa tidak mengeluhkan terkait menu hidangan yang disajikan. Evaluasi dan perbaikan akan dilakukan secara rutin agar para penerima manfaat dapat menikmati sajian tersebut. "Di Wonosari ada tiga sekolah yang telah melaksanakan Program MBG yakni SD Negeri 1 Wonosari, SMP Negeri 1 Wonosari dan SMK Negeri 3 Wonosari, total 1.965 siswa," jelasnya.
Di Wonosari sendiri penerima program MBG ditargetkan 3.000 orang yang terdiri dari pelajar, ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Secara keseluruhan, kata Roni, target sasaran di Gunungkidul sebanyak 120 ribu orang. "Paling tidak 40 dapur sehat agar program dapat dirasakan secara merata di seluruh wilayah Gunungkidul," lanjutnya.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul Putro Sapto Wahyono mengatakan, pemkab telah mengalokasikan anggaran senilai Rp 12,2 miliar untuk pelaksanaan MBG di Gunungkidul. Setiap daerah, kata dia, diwajibkan untuk mengalokasian Rp 19,5 miliar, akan tetapi pada penetapan APBD 2025, program MBG dialokaikan Rp 12,2 miliar. “Mengenai kekurangannya akan melalui kajian terlebih dahulu," ujar Putro. (ndi/pra)
Editor : Heru Pratomo