Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kementerian PPPA RI Gandeng Swasta Asah Keterampilan Warga Binaan Lapas Perempuan di Gunungkidul, Turut Dibekali Penguatan Mental

Andi May • Selasa, 25 Februari 2025 | 05:00 WIB

 

 

PRODUK JADI: Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA Amurwani Dwi Lestariningsih (kiri) mengamati kerajinan karya warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIB Jogjakarta
PRODUK JADI: Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA Amurwani Dwi Lestariningsih (kiri) mengamati kerajinan karya warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIB Jogjakarta

GUNUNGKIDUL - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) berupaya membantu proses reintegrasi sosial pasca-pembebasan para warga binaan lapas. Hal ini diwujudkan melalui pembekalan keterampilan hingga penguatan mental.

Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA Amuwarni Dwi Lestariningsi menjelaskan, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis. Tetapi juga pada penguatan mental. Memberikan landasan mental health, agar warga binaan siap kembali ke masyarakat.

"Soft skill yang diberikan mencakup penguatan konsep diri, seperti pemahaman bahwa mereka berharga, berguna, dan dicintai orang lain," ujar Amuwarni kepada awak media di Lapas Perempuan Kelas II B Jogjakarta Senin (24/2).

Dari sisi keterampilan teknis, lanjut Amuwarni program tersebut memberikan pelatihan memasak, menjahit, hingga pembuatan aksesoris sederhana. Keterampilan ini diharapkan menjadi bekal untuk mendapatkan penghasilan secara mandiri. Sehingga bisa menopang kehidupan diri sendiri dan keluarganya.

Pelatihan tersebut juga mencakup edukasi kewirausahaan. Peserta diberikan pemahaman tentang cara memulai usaha kecil-kecilan, mengelola keuangan, serta memasarkan produk secara digital. Terkait stigma sosial yang kerap dihadapi eks-warga binaan, Amuwarni menekankan pentingnya dukungan masyarakat.

"Jika mereka diterima tanpa stigma, mereka akan lebih termotivasi untuk berubah dan berkontribusi secara positif," tuturnya.

Kegiatan pelatihan ini, merupakan kerja sama dengan PT XL Axiata Tbk dan Wings Peduli bertajuk 'She Inspire'. Presiden Direktur dan CEO PT XL Axiata Tbk Dian Siswarini menambahkan, program ini tidak hanya dilaksanakan di Lapas Gunungkidul. Tetapi akan diperluas ke seluruh lapas di Indonesia. "Program ini dimulai pada Oktober 2024 dan dilaksanakan secara hybrid," jelas Dian.

 

 

Pelatihan ini juga melibatkan mentor dari berbagai bidang, seperti ahli marketing, komunikasi, keuangan, bisnis, dan pendidikan. Termasuk akademisi dan sektor swasta. "Mentor-mentor ini kami pilih secara selektif untuk memastikan materi yang disampaikan relevan dan aplikatif," ucapnya. (ndi/eno)

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#mental health #warga binaan lapas #Lapas Perempuan Kelas II B Jogjakarta #mental #penguatan #kpppa #Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak #keterampilan #pembekalan