Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkab Akan Gandeng IPI, Optimitis Angka Bunuh Diri di Gunungkidul Turun

Andi May • Kamis, 20 Februari 2025 | 04:55 WIB
Ilustasi bunuh diri.
Ilustasi bunuh diri.

 

GUNUNGKIDUL - Angka kasus bunuh diri di Kabupaten Gunungkidul terus mengalami penurunan. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Ismono optimistis angka itu akan terus turun.

”Kami terus berupaya agar kejadian-kejadian tersebut dapat dicegah dengan pendekatan dan pendampingan psikologis,” jelas Ismono kepada awak media Rabu (19/2).

 Baca Juga: Mengenal Widada, Kepala Sekolah SMKN 3 Jogja yang Mengabdi di Dunia Pendidikan Lebih dari 30 Tahun: Ternyata Punya Bisnis ATK

Berdasar data dinkes, angka bunuh diri di Bumi Handayani pada 2024 sebanyak 26 kasus. Angka ini turun dibanding beberapa tahun sebelumnya. Pada 2022, misalnya, angka bunuh diri sebanyak 30 kasus. Setahun sebelumnya mencapai 36 kasus.

Menurutnya, kesehatan mental menjadi pemicu terbesar kasus bunuh diri. Ironisnya, jumlah tenaga medis psikologi klinis sangat terbatas. 

 Baca Juga: Usai Tak Menjabat Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo Mengaku Akan Tetap Produktif dengan Buat Lumbung Sembada Sleman

”Dan, ada 1.650 pengidap ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) di Gunungkidul,” sebutnya.

Karena itu, Pemkab Gunungkidul menggandeng Indonesia Private Industries (IPI). Itu sebagai salah satu upaya memperbaiki layanan kesehatan mental. IPI akan mendatangkan psikolog dari dalam negeri maupun luar negeri.

 

”Hal ini dilatarbelakangi persoalan kesehatan mental yang belum tertangani dengan baik," ujar Direktur IPI Firtriansyah. 

Menurutnya, IPI telah mengadakan diskusi dengan seluruh pemangku kepentingan. Hasil diskusi kelak dijadikan pijakan dalam menentukan formula pengelolaan dan penanganan persoalan kesehatan mental.

 

 

“Kami akan memadukan wawasan internasional dengan wawasan lokal. Sebab, persoalan kesehatan mental di setiap wilayah berbeda-beda,” katanya. 

 

Pengumpulan data mengenai pengidap ODGJ atau gangguan mental akan dikumpulkan dari puskesmas, lader, tokoh pendidikan, hingga sekolah. IPI juga akan melihat sejauh mana tingkat layanan kesehatan mental yang berjalan di Gunungkidul. (ndi/zam) 

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Pendekatan #ODGJ #dinas kesehatan #orang dengan gangguan jiwa #Indonesia Private Industries #Gunungkidul #angka #kasus bunuh diri #IPI #pendampingan #penurunan #kesehatan mental #dicegah #bunuh diri #psikologis #kabupaten gunungkidul