Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 07.15 WIB mengakibatkan seluruh kandang beserta isinya ludes terbakar, menimbulkan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 500 juta.
Komandan Regu Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Dhany Alfian mengatakan, kejadian ini pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang melihat asap tebal dan kobaran api.
"Api sangat cepat menyebar. Saat kami masuk ke dalam, api sudah berkobar besar," kata Dany.
Sebanyak ima unit mobil damkar dikerahkan. Tim pemadam langsung menuju lokasi kejadian dan melakukan upaya pemadaman.
"Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.00, kemudian dilanjutkan proses pendinginan," tambahnya.
Dalam insiden itu, lanjut Dhany, tidak ada korban jiwa maupun luka.
Namun, semua ayam di dalam kandang tidak dapat diselamatkan. Hingga kini, Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Dugaan sementara, penyebab kebakaran berkaitan dengan pemanas yang mengalami overheat.
Sementara itu, Kepala UPT Damkar BPBD Gunungkidul Handoko mengungkapkan kronologi insiden kebakaran hebar yang meratakan sebuah kandang ayam itu.
Awal mula panel listrik off lalu muncul percikan api dan asap tebal.
"Lalu pekerja kandang berhamburan keluar untuk mencari alat pemadam seadanya. Karena api mebesar sehingga menyebabkan pemanas meledak dan menyebabkan semburan api yang luas," terang Handoko.
Diketahui, pemilik kandang benama Bayu Adriansyah warga setempat. Bangunan berukuran 10m x 75m beserta isinya ludes terbakar. Belum diketahui jumlah ayam ternak yang ludes terbakar.
"Kerugian ditaksir sekitar Rp 500 juta," jelasnya.
Lebih lanjut, pemadaman api melibatkan petugas damkar, kepolisian dan warga setempat.
Hingga kini pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti peristiwa kebakaran. (ndi)
Editor : Bahana.