Dalam kegiatan itu diikuti oleh 261 pelajar, 13 di antaranya sempat terseret ombak.
Berdasarkan laporan Pos Basarnas Gunungkidul, 9 orang berhasil dievakuasi dalam insiden itu. Namun 3 pelajar dilaporkan meninggal dunia dan 1 lainnya masih dalam pencarian.
Korban selamat ialah, Firmanda Ramadhani (13), Bintang Kenzie (13), Petra Agustino (13), Ravana Bagas (13), M. Zaky (13), Arizona Rena (13), Ahmad Muzaki (13), Ainoa (13) dan Raditya Rangga (13).
Adapun korban meninggal dunia ialah Alfyan Aditya Pratama (13), Malven Yusuf (13), dan Bayhaqy Fatyanah (13).
Sedangkan korban dalam pencarian yakni Rifqy Yuda Pratama.
Koordinator Pos Basarnas Gunungkidul Sulis Haryanto mengungkapkan, para korban diketahui bermain air di area rip current yang kemudian terseret arus balik air laut saat kejadian kecelakaan laut tersebut.
"Kami sudah lakukan himbauan sebelumnya, namun tidak dihiraukan, melihat kejadian membahayakan itu petugas SAR yang sedang langsung berupaya melakukan penyelamatan," ujar Sulis kepada awak media.
Setidaknya, 9 orang berhasil diselamatkan selang beberapa menit insiden terseret ombak. 4 orang sempat dinyatakan hilang terbawa arus.
Sekitar pukul 11.05 WIB, 3 korban ditemukan namun dalam kondisi henti nafas.
"9 orang yang berhasil dievakuasi dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saptosari untuk dilakukan penanganan medis," jelasnya.
Para korban selamat, lanjut Sulis, dalam kondisi lemas dan syok usai insiden yang menimpa mereka. Satu korban hilang hingga kini masih dalam pencarian.
Sebanyak 37 orang personel dibantu dengan nelayan dan kepolisian dalam melakukan evakuasi dan pencarian terhadap para korban. Empat perahu jungkung dikerahkan menyisir area pantai.
Hingga kini, korban hilang bernama Rifqy Yuda Pratama belum diketemukan. Proses pencarian masih terus dilakukan.
Editor : Bahana.