GUNUNGKIDUL - Proyek pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di Banjarejo terhambat akibat kendala anggaran. Dibutuhkan anggaran Rp 50 Miliar untuk merealisasikan proyek tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul Hary Sukmono menjelaskan, pengajuan pembangunan TPST Banjerejo telah direncanakan sejak 2021 lalu. Namun, keuangan Pemkab Gunungkidul tidak dapat mengakomodasinya. Padahal, DLH sudah melakukan semua persiapan, mulai dari perencanaan hingga desain. “Namun, hingga saat ini, kami belum mendapatkan persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum,” ujar Hary, Minggu (26/1).
Lokasi yang disiapkan untuk TPST ini seluas 5 hektare dan merupakan milik Pemkab Gunungkidul yang terletak di Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul. Lahan tersebut dinyatakan telah siap dan semua dokumen perizinan juga sudah dilengkapi.
Namun, meskipun semua persiapan telah dilakukan, belum ada respons dari pemerintah pusat mengenai permohonan anggaran yang diajukan. Kendala terbesar adalah anggaran yang terbatas. Pihaknya terus berusaha untuk mencari solusi agar pembangunan TPST bisa segera terlaksana.
TPST Banjarejo dirancang untuk menjadi solusi pengelolaan sampah terpadu yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga sebagai pusat pengolahan sampah dengan pendekatan reduce, reuse, dan recycle. "Ini bukan sekadar tempat pembuangan, tapi ada pemrosesan lebih lanjut," jelas Hary.
Dikatakannya TPST Banjarejo akan melayani wilayah Selatan, sementara wilayah tengah sudah memiliki TPA Wukirsari yang terletak di Kalurahan Baleharjo. Namun, untuk wilayah utara, Hary mengakui masih mencari lahan yang sesuai.
Baca Juga: Penanganan Kebakaran Gedung Tinggi Terbatas, DPRD Kota Jogja Sebut Ini Penyebabnya
Sementara itu, untuk mendukung pengelolaan sampah di kawasan wisata, Pemprov DIJ telah memberikan bantuan dana keistimewaan untuk pembangunan TPS 3R di Tanjungsari dan Tepus. Namun, kapasitas TPS 3R jauh lebih kecil dibandingkan dengan TPST. TPS 3R hanya bisa menampung maksimal 5 ton sampah per hari. “Sedangkan TPST dirancang untuk mampu menampung hingga 100 ton per hari," ungkapnya.
Hary menjelaskan, dengan peningkatan jumlah pengunjung ke kawasan pesisir, produksi sampah juga meningkat. Pihaknya memproyeksikan TPST Banjarejo untuk penanganan sampah di kawasan destinasi wisata.
Meskipun armada pengangkutan sampah berjumlah 17 unit dan beroperasi setiap hari, cakupan layanan di daerah-daerah tertentu masih terbatas. Menurutnya, ada beberapa lokasi yang tidak bisa dilayani setiap hari karena luasnya area dan banyaknya volume sampah. (ndi/din)
Editor : Din Miftahudin