GUNUNGKIDUL – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY menggelontorkan anggaran Rp 600 Juta untuk pembangunan Lumbung Mataraman di Kalurahan Piyaman, Wonosari, Gunungkidul.
Pembangunannya dengan konsep pertanian terpadu, lahan pertanian memanfaatkan Tanah Kas Desa (TKD) seluas 1.5 hektare. Lumbung Mataraman diharapkan menjadi solusi efektif untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat.
Lurah Piyaman Tugino mengatakan, proyek tersebut mendapat dukungan dana sebesar Rp 600 juta dari Pemprov DIY, yang bersumber dari Dana Keistimewaan. Proyek ini menandai langkah strategis dalam mengembangkan pertanian terpadu di wilayah tersebut."Kami berencana untuk mengembangkan pertanian terpadu, yang mencakup penanaman padi, jagung, sayuran, dan buah-buahan, serta pengelolaan ternak kambing dan perikanan," ujar Tugino, Kamis (23/1).
Baca Juga: Fenomena Lavender Marriage: Antara Tekanan Sosial dan Kehidupan Pribadi
Tugino menambahkan, tahun-tahun sebelumnya alokasi dana untuk proyek Lumbung Mataraman mencapai Rp 750 juta. Namun, karena terbatasnya anggaran, dana tersebut kini dipangkas menjadi Rp 600 juta untuk lima kalurahan di DIY. Meskipun anggaran berkurang, pihaknya tetap optimistis keberadaan Lumbung Mataraman akan memberi manfaat besar bagi masyarakat.
Carik Kalurahan Piyaman Sujadi menjelaskan, total lahan pertanian di wilayah Piyaman mencapai sekitar 850 hektare. Terdiri dari tanah kas, tanah Sultanaad Grond, dan lahan milik masyarakat. Mayoritas penduduk, adalah petani yang mengandalkan tanaman palawija setelah panen padi.
Mengatasi persoalan irigasi, Sujadi mengungkapkan rencana pembangunan dua sumur untuk mendukung kebutuhan air pertanian di dekat lokasi Lumbung Mataraman. Selain itu, lokasi juga bersampingan tepat dengan telaga yang biasanya dipakai warga untuk memancing ikan."Selama ini, warga kami mengandalkan saluran irigasi dari Ledoksari, tetapi dengan pembangunan sumur baru ini, masalah air untuk irigasi dapat diatasi," ucapnya.
Lumbung Mataraman bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga akan menjadi pusat edukasi pertanian bagi masyarakat. "Kami berharap proyek ini bisa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bertani masyarakat Piyaman," tambah Sujadi.
Dengan adanya Lumbung Mataraman di wilayahha, pihaknya berharap dapat menciptakan model pertanian yang berkelanjutan dan menginspirasi daerah lain di DIY. "Kami ingin Piyaman menjadi contoh keberhasilan dalam pertanian terpadu yang tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,"jelasnya. (ndi/din)
Editor : Din Miftahudin