Hujan yang disertai petir dan angin kencang memicu sejumlah kerusaka di wilayah Kapanewon Wonosari, Playen, Semanu, Ponjong, Karangmojo, Nglipar, dan Ngwen.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Sumadi mengatakan, akibat angin krncang banyak pohon yang tumbang yang menyebabkan akses jalan terputus dan kerusakan rumah warga.
"Beberapa titik yang terdampak parah antara lain jalan utama antara Jalan Jogja-Wonosari dan jalur-jalur kabupaten lainnya. Salah satu pohon tumbang menutup akses jalan Provinsi yang mengakibatkan kerugian diperkirakan mencapai Rp 300.000," ujar Sumadi saat dikonfirmasi, Rabu (22/1).
Selain itu, ada 14 rumah warga tertimpa pohon tumbang mengkibatkan kerusakan ringan. Sumadi merinci, kerusakan sebagian besar yakni pada atap rumah yang ambruk akibat diterjang angin dan pohon tumbang.
Salah satunya, sebuah pohon besar menimpa atap rumah warga di Wonosari, poses penanganan dilakukan oleh warga setempat yang berusaha memperbaiki atap rumah yang rusak.
"Sebuah pohon jati menimpa jaringan listrik dan satu kendaraan sepeda motor di Karangmojo, menimbulkan kerugian sekitar Rp 1.500.000. Pemadaman listrik pun terjadi di beberapa area," jelasnya.
Sumadi mengatakan, tidak ada korban jiwa maupun luka dari keseluruhan insiden itu. Akan tetapi, total kerugian materil ditaksir mencapai Rp 14 juta.
Kerugian mencakup yang dialami oleh individu, infrastruktur, serta kerusakan pada fasilitas umum.
Selain pohon tumbang, peristiwa tanah longsor juga terjadi di Kapanewon Nglipar, Gunungkidul.
Material longsor menutup drainase jalan sehinggaair bercampur lumpur meluap ke jalan, yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Sumadi menerangkan, pihaknya telah melakukan asesment terhadap warga yang terdampak.
Tim ini terdiri dari dalam penanganan melibatkan anggota BPBD, TNI, POLRI, TAGANA, serta relawan masyarakat.
"bertugas untuk memetakan dampak, mengidentifikasi daerah rawan, dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak," tandasnya. (ndi)
Editor : Bahana.