Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Puncak Musim Penghujan di Februari, BPBD Gunungkidul Petakan Wilayah Rawan Bencana Hidrometeorologi

Andi May • Selasa, 14 Januari 2025 | 04:50 WIB
Bencana longsor menimpa rumah warga di Kapanewon Ponjong, Gunungkidul, Rabu (8/1) kemarin
Bencana longsor menimpa rumah warga di Kapanewon Ponjong, Gunungkidul, Rabu (8/1) kemarin

 

GUNUNGKIDUL - Jelang puncak musim penghujan pada Februari 2025 mendatang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai memetakan wilayah-wilayah rawan bencana hidrometeorologi. Cuaca ekstrem memicu terjadinya potensi bencana longsor, angin kencang, pohon tumbang, dan banjir.

Kepala BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan, dari 18 kapanewon di wilayah tersebut, terdapat 10 kapanewon yang dikategorikan rawan bencana. Daerah tersebut meliputi Nglipar, Panggang, Semanu, Karangmojo, Ponjong, Rongkop, Semin, Ngawen, Gedangsari, dan Purwosari.

Sedangkan, delapan kapanewon lainnya masuk kategori risiko sedang, meskipun masyarakat tetap diimbau untuk tetap waspada."Potensi bencana di wilayah ini mencakup banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga puting beliung. Faktor geografis dan kondisi tanah yang labil menjadi pemicu utama tingginya risiko bencana, terutama saat musim hujan," ujar Purwono kepada awak media, Senin (13/1).

Untuk mengantisipasi dampak bencana, lanjut Purwono, pihaknya telah mendirikan pos pengamanan di lokasi-lokasi rawan, sekaligus menyiapkan peralatan dan personel tanggap darurat. Selain itu, kerja sama dengan unsur pemerintah, sukarelawan, dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) juga diintensifkan. "Kami memastikan peralatan kebencanaan telah siaga dan masyarakat terlibat aktif dalam mitigasi melalui edukasi dan pelatihan," ucapnya.

Purwono menekankan pentingnya mitigasi sebagai langkah antisipasi bencana. Masyarakat diharapkan untuk selalu memantau kondisi cuaca, menjauhi lokasi rawan, mengenali jalur evakuasi, dan selalu waspada terhadap potensi bencana. "Mitigasi yang baik akan meminimalkan dampak bencana dan memastikan respons cepat serta tepat ketika bencana terjadi," tandasnya.

Langkah sigap masyarakat, relawan dan pihak-pihak terkait diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman hidrometeorologi yang diprediksi akan memuncak pada bulan depan.(ndi/pra)

Editor : Heru Pratomo
#februari #Gunungkidul #Musim penghujan #BPBD #musim #bencana hidrometeorologi #Longsor