Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gegara PMK 19 Ekor Sapi Mati, DPKH Gunungkidul Tekan Penyebaran melalui Vaksinasi

Andi May • Selasa, 31 Desember 2024 | 04:33 WIB

 

IMUNITAS SAPI : Pemerintah Kabupaten Sleman meluncurkan vaksin perdana untuk mencegah meluasnya wabah PMK di Srunen, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Sabtu (25/6). (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
IMUNITAS SAPI : Pemerintah Kabupaten Sleman meluncurkan vaksin perdana untuk mencegah meluasnya wabah PMK di Srunen, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Sabtu (25/6). (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
 

 

 

GUNUNGKIDUL - Dinas Kesehatan dan Peternakan Hewan (DPKH) Gunungkidul mencatat 19 ekor sapi yang terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) berujung mati di Kalurahan Pampang, Paliyan dan Giriasih, Purwosari. Sebanyak 375 dosis vaksinasi digencarkan untuk mengantisipasi penularan PMK terhadap hewan-hewn ternak di tiga lokasi tersebut.

Kepala DPKH Gunungkidul Wibawanti Wulandari mengatakan, dalam upaya pencegahan penyebaran PMK, pihaknya telah melaksanakan vaksinasi terhadap hewan-hewan ternak dengan 375 dosis vaksinasi selama dua hari dimulai pada Senin (30/12).

"Vaksinasi ini dilakukan di wilayah UPT Puskeswan, namun tempatnya tersebar dan tidak dalam satu lokasi," ujar Wibawanti kepada awak media.

Namun begitu, kata Wibawanti, kendala yang dihadapi adalah adanya peternak yang masih menolak vaksinasi. vaksin tersebut ditawarkan kepada peternak, karena tidak semua peternak bisa langsung mendapatkan vaksin dalam waktu bersamaan. "Jika wabah ini merebak lagi, peternak perlu belajar dari pengalaman akan ancaman risiko PMK," tambahnya.

Hingga kini, pihaknya tengah mendeteksi penyebaran PMK dan mengumpulkan informasi hewan-hewan ternak yang mati akibat penyakit tersebut. Selain vaksinasi, DPKH juga akan memberikan disinfektan kepada peternak yang berada di lokasi di mana PMK ditemukan. Langkah ini diambil untuk meminimalkan penyebaran penyakit tersebut.

Lurah Pampang Saiful Kohar mengatakan, setidaknya 14 mati dilaporkan mati akibat PMK. Secara rinci, penyebaran penyakit tersebut tersebar di Padukuhan Polaman, Jetis, Kedungdowo Wetan, Kedungdowo Kulon dan Pampang.  "Kasus sapi-sapi mati baru saja terjadi beberapa hari terakhir, semua terdeteksi kena penularan PMK, dan telah dikuburkan," ujar Saiful.

Menurutnya, penularan PMK berasal dari induk-induk sapi yang terpapar. Akibatnya, anak sapi atau pedet ikut terpapar dan tidak kuat menahan sakit sehingga berujung mati. Setiap kematian hewan ternak turut dilaporkan ke UPT Puskeswan.  "Sangat memprihatinkan, kami khawatir jumlah sapi yang mati bertambah, semoga dengan vaksinasi dapat menekan penyebaran PMK," harapnya.(ndi/pra)

Editor : Heru Pratomo
#penyakit mulut kuku #dinas kesehatan #PMK #sapi #DPKH GUnungkidul #vaksinasi